Kasus Perampokan di Pondok Indah: Mereka Amatiran dan Masih Baru, Tapi.. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Kasus Perampokan di Pondok Indah: Mereka Amatiran dan Masih Baru, Tapi..

rampok
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono saat merilis kasus perampokan di Pondok Indah, Kamis (8/9).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Komplotan perampok di Pondok Indah, Jakarta Selatan, rupanya merupakan perampok pemula dan amatiran. Namun mereka memiliki modal yang cukup.

“Yang bersangkutan pemain baru dan amatir. Kejadian ini begitu cepat, mereka nggak sangka-sangka. Dari niat awal merampok hingga mengurungkan niat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono di Jakarta, Kamis (8/9).

Dia menerangkan, ada banyak faktor yang melemahkan niat AJS dan S batal melakukan perampokan. Hingga akhirnya dompet dan tiga unit handphone yang sudah dirampas pun dikembalikan lagi kepada korban.

“Banyak faktor yang mempengaruhi bahwa ada tetangga teriak maling kemudian warga datang, Polsek Kebayoran Lama juga datang. Ini disaksikan tersangka sehingga mengurungkan niat (merampok) hingga tersangka jadi colling down,” kata Awi.

Selain itu, korban bernama Asep Sulaiman mampu mengondisikan keadaan dengan menyempatkan diri berdialog dengan dua pelaku tersebut. Mereka dinasehati korban hingga akhirnya luluh. Bahkan, mereka sempat makan dan sholat berjamaah saat adzan zuhur berkumandang.

“Yang tadinya (tersangka) menguasai situasi ternyata dia sendiri yang kalah dalam penguasaan situasi,” ucap perwira melati tiga itu.

Sementara itu, Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, dari mulainya warga berkerumunan karena mendengar teriakan korban, kondisi psikologi para pelaku tertekan.

“Sekitar pukul 06.00 WIB massa sudah berkerumunan dan itu menekan psikologis pelaku. Pak Asep juga bisa menguasai situasi dan berdialog dan mengajak solat dan menunggu kehadiran polisi. Fakta penyidikan yang kita simpulkan perampokan murni sesuai fakta penydikan dan kita tidak bisa menyimpulkan secara opini,” katanya.

Namun, kondisi sebaliknya justru bertolak belakang saat komplotan ini merencanakan aksinya. Bagaimana tidak, AJS sang pelaku utama sudah memetakan rumah korban sejak dua hari sebelum aksinya.

Kemudian, AJS merekrut empat pelaku lainnya dan membagi tugas sebuah hotel di Jakarta Selatan sehari sebelum aksi mereka.

Dari segi peralatan, kelimanya juga sudah sangat matang merencanakan aksinya. Hal itu terlihat dari barang bukti yang diamankan pihak kepolisian seperti, baju, sebo, pistol lengkap dengan amunisi, lakban, sebilah belati besar, alat panjat berupa tali yang dilengkapi besi pengait, mobil mewah merek Toyota Fortuner dan jimat-jimat.

“Sebagian barang bukti baru disiapkan. Mobil fortuner punya tersangka AJS. Ada juga ditemukan lencana polisi yang ditemukan di tas di TKP rumah korban di Pondok Indah,” ucap Hendy.

Diketahui, perampokan dan penyekapan terjadi di Jalan Bukit Hijau 9, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu kemarin. Pelaku berinisial AJS dan S masuk ke rumah Asep Sulaiman sekitar pukul 05.30 WIB.Dari penangkapan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap RH dan SAS yang terlibat dalam perampokan dan penyekapan tersebut. (elf/JPG)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top