KPK Langsung Sita Harley dan Ducati dari Istri Bupati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Hukum

KPK Langsung Sita Harley dan Ducati dari Istri Bupati

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dua unit sepeda motor mewah merek Harley Davidson dan Ducati milik Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian.

Sepeda motor disita dari tangan istri Yan Anton saat tim KPK mengeledah Rumah Dinas Bupati Banyuasin selama dua hari belakangan ini.

Menurut Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, saat ini kedua sepeda motor tersebut dititipkan di Mapolres Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kepemilikan sepeda motor mewah itu tidak pernah ditulis Yan Anton dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke KPK. Dalam LHKPN yang diserahkan pada 31 Maret 2014, Yan Anton hanya mencantumkan kepemilikan mobil Toyota Alphard dan Mitsubishi Pajero Sport. Sementara mobil Toyota Hilux yang sempat dicantumkan dalam LHKPN 2012 disebut Yan Anton telah dijual.

Priharsa menambahkan, tim penyidik KPK juga menyita satu unit mobil Mitsubishi Mirage. Mobil disita dari pihak keluarga Kabag Rumah Tangga Pemerintah Kabupaten Banyuasin Darus Rustami.

“Satu unit mobil Mitsubishi Mirage disita dari keluarga tersangka RUS (Darus Rustami). Mobil dititipkan di Polda Sumsel,” ujarnya di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (8/9).

Selain kendaraan bermotor, dalam penggeledahan, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik. Tim juga masih melanjutkan penggeledahan ke sejumlah lokasi untuk mencari barang bukti lain.

“Hari ini geledah dilakukan di dua lokasi, yaitu rumah pribadi Bupati YAF di Perum Bukit Sejahtera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, dan rumah tersangka RUS di Perumahan Bukit Persada Indah, Kota Palembang,” tutup Priharsa.

KPK telah menetapkan tujuh orang tersangka, yakni Yan Anton Ferdian, Rustami, Kadis Pendidikan Pemkab Banyuasin Umar Usman, Kepala Seksi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Sutaryo. Kemudian dua orang lain yakni Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharrami dan Kirman selaku orang kepercayaan Yan.

Kasus suap terkuak setelah Yan Anton dicokok Tim Satgas KPK dalam operasi tangkap tangan pada Minggu lalu (4/9). Yan Anton diduga menerima suap dari Zulfikar Muharrami sebesar Rp 1 miliar sebagai mahar pemberian proyek yang akan dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Dalam melakukan iming-iming proyek, Yan Anton dibantu tiga anak buahnya dan Kirman selaku pengepul dana sekaligus orang kepercayaan.

Yan Anton, Rustami, Umar Usman, Sutaryo, serta Kirman disangkakan pasal 12 huruf (a) atau pasal 12 huruf (b) dan atau pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara, Zulfikar selaku pemberi suap dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau pasal 5 ayat 1 huruf (b) dan atau pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor. [wah/rmol]

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top