Fantastis!!! Panitera PN Jakut Rohadi Punya Harta Berlimpah, Ini Buktinya… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Fantastis!!! Panitera PN Jakut Rohadi Punya Harta Berlimpah, Ini Buktinya…

rohadi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi sebagai tersangka dalam tiga kasus.

Selain berstatus tersangka penerima suap terkait penanganan perkara artis Saipul Jamil, Rohadi juga merupakan tersangka penerima gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Informasi dihimpun, Rohadi dikenal sebagai orang kaya di Indramayu, Jawa Barat. Berbagai aset kekayaan dimiliki Rohadi mulai dari puluhan mobil, rumah mewah, water park, dan rumah sakit Reysa Permata di Desa Cikedung Lor, Indramayu.

Tak hanya itu, Rohadi juga memiliki empat kapal penangkapan ikan untuk disewakan kepada penduduk setempat.

Hal tersebut kemudian dibenarkan kuasa hukum Rohadi, Hendra Heriansyah. Hendra mengatakan, kliennya merupakan pemilik Rumah Sakit Reysa di Indramayu.

Menurut Hendra, rumah sakit tersebut telah beroperasi khusus untuk pengobatan rawat jalan. Sebab, masih ada beberapa persyaratan di rumah sakit milik Rohadi yang belum terpenuhi.

“Makanya sedang dalam proses renovasi, penambahan fasilitas itu yang sedang dilakukan. Tapi ternyata ada kasus ini,” kata Hendra saat dihubungi, Sabtu (10/9).

Diketahui, rumah sakit milik Rohadi itu tutup beroperasi sejak sang empunya ditangkap KPK pada April 2016.

Hendra mengungkapkan, selain bekerja sebagai panitera di PN Jakut, Rohadi juga menjalankan beberapa bisnis lewat aset yang dimilikinya. Salah satunya, penyewaan kapal penangkapan ikan dan rental mobil.

“Kapal penangkapan ikan. Yang awalnya satu, terus jadi dua, terus saya dengar-dengar berkembang jadi empat dan seterusnya. Adapun jumlah mobil yang dia miliki ada yang dia beli cash, leasing terus direntalkan kan wajar lah,” papar Hendra.

Lebih jauh lagi, Hendra menyebut kliennya itu juga sering membagi-bagikan uang kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya di Indramayu. Rohadi, kata Hendra, dikenal sebagai sosok berjiwa sosial tinggi.

Namun, saat disinggung soal aset kekayaan Rohadi berasal dari hasil korupsi, Hendra enggan menjabarkannya. Hendra mengatakan bahwa sangkaan penerimaan gratifikasi dan TPPU Rohadi harus dibuktikan penyidik KPK.

“Sejauh mana, berapa nilai dan kasus apa aja yang dia urus, dan terima dari siapa saja itu kewenangan dari penyidik untuk membuktikannya,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK menyatakan bahwa Rohadi belum pernah melaporkan harta kekayaannya itu ke Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) komisi antirasuah. KPK kemudian mengendus dugaan TPPU Rohadi saat menjabat panitera di PN Bekasi dan PN Jakut.

Terkait perkara Rohadi, KPK sebelumnya telah menyita satu unit mobil Toyota Yaris. Penyitaan tersebut setelah KPK menggeledah rumah orang tua Rohadi di Indramayu dan apartemennya di Jakarta.

KPK menetapkan Rohadi sebagai tersangka dugaan TPPU pada 31 Agustus 2016. Rohadi diduga menyamarkan hasil korupsinya dengan membelanjakan aset-aset kekayaan.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Rohadi sebagai tersangka dalam dua kasus. Di kasus pertama, penyidik menetapkan Rohadi sebagai tersangka penerima suap terkait pengurusan perkara pencabulan artis Saipul Jamil di PN Jakut.

Rohadi diduga menerima uang sebesar Rp 250 juta dari kakak Saipul, Samsul Hidayatullah dan dua kuasa hukum Ipul; Berthanatalia dan Kasman Sangaji. Tujuannya agar Rohadi membantu mengurus penunjukan majelis hakim yang menangani perkara Ipul, dan sebagai penghubung pihak Ipul dengan hakim yang menangani perkara tersebut.

Di kasus kedua, komisi antirasuah menetapkan Rohadi sebagai tersangka penerima gratifikasi pada 26 Agustus lalu. Rohadi dalam kapasitasnya sebagai panitera PN Jakut dan PN Bekasi diduga menerima sejumlah hadiah terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Namun, KPK masih belum membuka pihak pemberi terkait sangkaan gratifikasi Rohadi. (Put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top