Punya Berat Badan 110 Kg, Yunita Betah Tidur dengan Posisi Duduk – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Daerah

Punya Berat Badan 110 Kg, Yunita Betah Tidur dengan Posisi Duduk

mulidia-yunita

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Kondisi Yunita Mulidia, remaja berbobot 110 kilogram asal Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo semakin membaik. Ditemui di Ruang Mawar Kuning RSUD Sidaorjo, dara 16 tahun itu tampak begitu ceria. Yunita lebih banyak duduk dan bercanda dengan adik serta orang tuanya.

Saat itu Yunita baru selesai makan siang. Dia menghabiskan sepiring nasi dengan lauk tempe dan ayam, lengkap dengan sayur terong. Melihat menu yang disediakan rumah sakit, nafsu makan Yunita mulai naik. Tidak menunggu lama, Yunita langsung meminta ibunya segera menyuapinya. ’’Ma’em tempe, iwak pithik, duduuh (Makan tempe, ayam, dan sayur, Red),’’ kata Yunita.

Gadis kelahiran 14 Juni 2000 itu menyantap menu makan siangnya dengan lahap. Meski sudah habis dan perut masih terasa sedikit lapar, Yunita harus bisa menahannya. ’’Masih lapar,’’ ucapnya.

Sejak dilarikan ke rumah sakit Rabu (7/9), menu makan Yunita memang mulai teratur. Yunita hanya makan tiga kali sehari seperti kebutuhan normal. Karena belum terbiasa, beberapa kali dia berupaya mengambil camilan di dalam tas ibunya, Tumiyatun. Ketika ibunya tidak ada, Yunita langsung menyambar tas ibunya dan mengambil camilan di dalamnya. Tidak semua langsung dihabiskan Yunita. Ada yang disembunyikannya di bawah bantal. Ada pula yang diselipkan di sela-sela tempat tidur.

Untungnya, Yunita anak yang jujur. Ketika ditanya Tumiyatun tentang camilan yang menghilang dari tasnya, Yunita langsung tersenyum. Meski hanya tersenyum, Tumiyatun tahu bahwa itu adalah pengakuan Yunita. Camilan yang sempat disembunyikan Yunita pun akan diambil kembali oleh Tumiyatun.

’’Diet yo Nduk. Ben kuru, ben gak tambah lemu. (Diet ya nak. Biar kurus, biar tidak tambah gemuk, Red),’’ tutur perempuan 39 tahun itu mengingatkan Yunita.

Tumiyatun sangat hafal dengan kebiasaan ngemil Yunita setelah makan. Di rumah, tingkah cerdik Yunita berburu makanan pun sering dilakukan. Kadang Yunita juga bekerja sama dengan Fais, adiknya, untuk mengambil makanan yang disembunyikan di atas lemari. ’’Di rumah saja, makanan ditaruh atas lemari bisa diambil. Fais disuruh naik punggung Yunita, terus diangkat. Kalau enggak begitu, ya pakai sapu,’’ ucapnya, lantas tertawa.

Yunita sendiri sebenarnya menyadari bahwa kondisi tubuhnya yang semakin membengkak tidak baik. Dia juga sadar ukuran badannya itu membuat aktivitasnya terhambat. Namun, dia menyatakan sulit mengendalikan nafsu makannya. ’’Enggak mau kurus. Pengin makan,’’ jelas Yunita.

Meski Yunita bolak-balik mengeluh, Tumiyatun dan suaminya, Padi, terus menguatkan hati. Mereka tidak mau menyerah. Berat badan putrinya harus bisa turun. Caranya adalah mengatur pola makan. Jika Yunita merasa lapar, Tumiyatun menawarinya buah-buahan. ’’Hari ini tadi, Yunita pengin anggur merah. Saya belikan. Sudah makan tiga butir,’’ jelas Tumiyatun.

Menurut dia, setelah keluar dari intensive cardiologi care unit (ICCU), Yunita tidak bisa tidur semalaman. Sebab, selama di ruang ICCU, Yunita sudah terlalu lama tidur. Ketika masuk di Ruang Mawar Kuning, Yunita jarang telentang dan lebih banyak duduk. ’’Kalau tidur ya dalam kondisi duduk. Bisa berjam-jam. Kalau tidur telentang malah enggak betah,’’ ungkapnya. (ayu/c15/pri)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top