Gigolo ABG Timteng Laris Diburu Para Janda Batam, Servisnya… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Gigolo ABG Timteng Laris Diburu Para Janda Batam, Servisnya…

Sarah penikmat gigolo imigran di bawah umur yang kini ditahan di Mapolresta Barelang, Sabtu (10/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos

FAJAR.CO.ID BATAM – Sarah (30 tahun) janda beranak satu yang tinggal di salah satu apartemen kawasan Nagoya, Batam, mengaku sudah lama memanfaatkan jasa gigolo asal Timur Tengah (Timteng) untuk memenuhi kebutuhan seksualnya.

Sarah sepertinya selalu puas dengan pelayanan Gigolo ABG asa Timur Tengah yang mengaku bernama Jhansen. Terbukti, perempuan berambut panjang ini tidak pernah komplain dengan servis yang diberikan Jhansen.

Namun, petualangan cinta terlarang keduanya harus terhenti ketika, Sarah diringkus aparat Satreskrim Polresta Barelang di salah satu apartemen kawasan Nagoya, Sabtu dini hari (10/9)

Sarah terpkasa dibawa ke kantor polisi dan diancama hukuman lantaran menggunakan jasa Jhansen yang masih di bawah umur. Sebelumnya, polisi juga meringkus Bonny Syahrio, sang muncikari gigolo ABG asal Timur Tengah.

Awalnya, Sarah yang sudah cukup lama menjada mengenal Jhansen lewat salah satu aplikasi chating smartphone pada awal tahun 2016.

Setelah melakukan chit chat lewat smartphone. keduanya memtuskan bertemu di salah satu lokasi fitness di apartemen kawasan Nagoya.

“Setelah kenal dengan Jhansen saya juga mengenal Bonny. Dan saya pernah mengirimkan uang kepada Bonny,” ujar Sarah, Sabtu (10/9).

Lantaran sudah nyaman dengan servis Jhansen, Si Janda berkulit putih ini sampai rela membiayai kehidupan Jhansen, seperti biaya makan dan biaya hotel. Tidak hanya itu, si Gigolo juga masih dapat tips khusus setelah selesai memuaskan si janda.

“Semuanya saya biayai dan sekali berhubungan saya berikan uang sejuta,” kata Sarah.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan, atas perbuatan pelaku, sang muncikari dijerat dengan pasal 87 UU perlindungan anak tentang eksploitasi.
Sementara Sarah dikenakan pasal 81 tentang pencabulan anak di bawah umur.

Memo berharap dengan kejadian ini pemerintah bisa memperketat pengawasan terhadap para imigran yang ditampung di sejumlah lokasi seperti Hotel Kolekta dan Taman Aspirasi.

“Ini tanda lemahnya pengawasan pemerintah. Diharapkan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Memo. (JPNN/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top