Si Pengemis Bule Jerman Jadi Penghuni Barak Anjal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Daerah

Si Pengemis Bule Jerman Jadi Penghuni Barak Anjal

Benjamin Holst, warga Jerman sedang diwawancarai oleh Satpoltik Surabaya di Mako POL PP Surabaya, kemarin, Minggu (11/9/2016). Benjamin diamankan oleh petugas POL PP saat mengemis dijalan Kayoon sejak pagi dan sempat melarikan diri saat didatangi oleh petugas. Menurut Benjamin, dirinya akan berangkat menuju Jakarta sore ini dan mencari tambahan uang dengan mengemis. Pria Kelahiran Flensburg 31 tahun lalu ini datang ke Indonesia untuk liburan diberbagai kota yaitu di Jakarta selama dua hari kemudian dilanjutan di Bali selama dua minggu. Petugas imigrasi memeriksa kelengkapan paspor Benjamin tidak bermasalah karena masa berlaku hingga 2026. Saat ini Benjamin dibawa ke Rumah Sakit untuk melakukan pengobatan karena penyakit kaki gajah yang dideritanya. Selain itu, dia juga ingin melanjutkan perjalanan liburannya ke Copenhagen, Denmark pada tanggal 19 September 2016 dengan menggunakan tiket yang sudah dia dapat melalui online dari Jakarta.FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Benjamin Holst, warga negara Jerman yang diamankan Satpol PP lantaran menggelandang di bahu jalan Kayoon, Surabaya, Minggu (11/9) mulai menjalani hari-harinya sebagaimana penyandang masalah kesejahteraan sosial pada umumnya. Sejak Minggu malam, bule 31 tahun yang menderita kaki gajah itu dititipkan ke lingkungan pondok sosial (liponsos) milik pemkot di Keputih.

Di Liponsos, Benjamin ditempatkan di barak anak jalanan yang terjaring razia. ”Saya tempatkan di barak itu, kebetulan lagi kosong,” kata Kepala UPTD Liponsos Keputih Erni Lutfiyah, Senin (12/9).

Di barak itu, Erni memberikan kasur dan bantal. Untuk makanan, UPTD Liponsos menyediakan roti dan air mineral. ”Tadi minta buah juga saya berikan. Bagaimana pun dia warga asing, takutnya kalau tidak terlayani dengan baik kita dicap macem-macem,” ujar Erni.

Erni belum tahu sampai kapan Benjamin dititipkan ke kantornya. Komunikasi terakhir dengan pihak Imigrasi menyebutkan, Benjamin dititipkan karena kondisi rumah detensi imigrasi (rudenim) yang ada di Tanjung Perak tidak bisa menerima dia.

BACA:  Tidak Ada Kata Terlambat, Nenek 74 Tahun Tetap Semangat Ujian

”Mungkin besok (Selasa, 13/9) hari kerja, teman-teman Imigrasi akan koordinasi lagi dengan kami,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelum diamankan di Surabaya, Benjamin sempat menjadi pengemis di beberapa lampu merah Badung dan Denpasar, Bali.

Janggalnya, meski meminta-minta kepada orang-orang yang melintas, Benjamin datang dan pergi ke lokasi dengan mengendari motor Scoopy.

Bahkan, banyak yang menyebut Benjamin adalah seorang penipu profesional yang sengaja mengemis untuk mendapatkan uang. Bahkan 2014 silam dia pernah dideportasi dari Thailand juga gara-gara menjadi pengemis.

Parahnya, setelah mendapatkan sumbangan dari masyarakat Bangkok, Benjamin ketahuan party lengkap dengan minuman keras bersama beberapa wanita cantik di Phuket, Thailand. (gun/mas)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top