FIFA Melarang Madrid Lakukan Transfer Pemain, 10 Pemain Ini Bahagia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Bola

FIFA Melarang Madrid Lakukan Transfer Pemain, 10 Pemain Ini Bahagia

marcoasensio

FAJAR SPORT, SPANYOL – FIFA telah mengeluarkan larangan kepada Real Madrid dan Atletico Madrid untuk melakukan transfer pemain hingga 2018 mendatang, hingga membuat pelatih Zinedine Zidane meradang.

Larang transfer dari FIFA itu membuat kebahagiaan tersendiri bagi para pemainnya. Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi larangan transfer kepada Real Madrid dan Atletico Madrid karena melanggar aturan dalam membeli pemain muda.

Kedua klub itu pun tidak tinggal diam dan coba mengadukan masalah ini ke CAS, arbitrase olahraga dunia, tempat di mana atlet, pelatih, atau insan olahraga lainnya mengadukan nasib mereka apabila merasa tidak diperlakukan adil.

Hingga saat ini belum ada laporan apakah banding kedua klub itu diterima oleh CAS atau tidak. Akan tetapi jika hukuman itu memang terjadi, dan Madrid serta Atletico absen belanja pemain di bursa transfer musim dingin dan panas 2017.

Namun di balik hukuman itu, 10 pemain Madrid berikut ini akan merasa senang karena paling tidak posisinya aman di klub dan tidak akan digeser pemain anyar meski status mereka hanya penghuni bangku cadangan.

1. James Rodriguez

james-rodriguez

Minimnya kesempatan bermain sebagai starter yang diperoleh James Rodriguez memang sangat disayangkan. Sebab James punya kualitas pemain dunia. Sayang gelandang Timnas Kolombia itu sulit bermain dengan Toni Kroos dan Luka Modric.

Meski sempat dirumorkan bakal hengkang, namun eks Monaco ini memilih bertahan di Santiago Bernabeu dan bersaing masuk skuat Zinedine Zidane.

Larangan transfer FIFA bisa menjadi keuntungan baginya, karena ia akan lebih sering bermain dengan skuat yang dimiliki Madrid. Pasalnya El Real tak bisa menambah pasokan pemain, dan Zidane mau tak mau harus memaksimalkan pemain yang dimilikinya.

2. Isco Alarcon

MADRID, SPAIN - AUGUST 29: Francisco Roman Alarcon alias Isco of Real Madrid CF strikes the ball during the La Liga match between Real Madrid CF and Real Betis Balompie at Estadio Santiago Bernabeu on August 29, 2015 in Madrid, Spain. (Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)

Setali tiga uang dengan James, Isco juga jarang bermain dan diisukan hengkang ke klub besar Eropa lainnya.

Dengan adanya larangan transfer FIFA. Zidane bisa memaksimalkan peran Isco yang juga dapat bermain sebagai penyerang sayap. Kualitasnya sebagai pemain serba bisa akan menambah kekuatan Madrid di tengah larangan transfer FIFA.

3. Nacho Fernandez

gettyimages-455543744-0

Alumni Real Madrid Castilla sudah promosi ke tim utama Madrid sejak musim lalu. Namun ia jarang bermain di lini belakang El Real, karena keberadaan Raphael Varane, Pepe, Sergio Ramos.

Pun demikian di sisi sayap. Meski Nacho juga dapat bermain sebagai bek kiri atau kanan, ia kalah bersaing dengan Marcelo dan Daniel Carvajal. Tak pelak larangan transfer FIFA bisa menjadi berkah untuknya, agar lebih sering bermain di tim utama Madrid.

4. Alvaro Morata

alvaro-morata-real-madrid-2016

Salah satu pembelian besar dan satu-satunya Madrid di bursa transfer musim panas 2016. Morata dibeli kembali dari Juventus, dan ia sudah berkembang jauh karena berpengalaman meraih sukses di Bianconeri.

Akan tetapi ia tetap harus bersaing dengan trisula BBC, yang terdiri dari Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo. Namun ketiganya takkan terus bermain selama satu musim penuh, keberadaan Morata pun akan dibutuhkan Zidane di tengah larangan transfer FIFA ini.

5. Mateo Kovacic

mateo_kovacic_cropped

Sejak dibeli musim lalu dari Inter Milan. Gelandang Kroasia jadi pemanis di bangku cadangan dan kesulitan masuk ke lini tengah Madrid yang sudah memiliki pemain berkualitas. Akan tetapi kualitas Kovacic terlalu sulit untuk dilupakan.

Di usia 22 tahun, Kovacic tentu butuh jam bermain yang lebih banyak untuk mengembangkan permainannya. Kesempatan itu terbuka dengan adanya larangan tranfer FIFA ini.

6. Marco Asensio

marcoasensio

Kembali dari masa pinjaman di Espanyol. Gelandang serang berusia 20 tahun itu tampil memukau di pramusim dan menarik perhatian Zidane, alumni Real Madrid Castilla punya kans besar menjadi pemain masa depan Madrid.

Akan tetapi Asensio tetap menjadi prioritas kedua Zidane, karena keberadaan pemain senior Los Blancos. Transfer FIFA bisa menjadi kesempatannya untuk lebih sering bermain di tim utama.

7. Martino Diaz

ANN ARBOR, MI - JULY 30: Mariano Diaz #37 of Real Madrid celebrates his first half goal against Chelsea at Michigan Stadium on July 30, 2016 in Ann Arbor, Michigan. (Photo by Duane Burleson/Getty Images)

Dipromosikan Zidane dari Real Madrid Castilla. Martino Diaz tampil memukau di ajang pramusim dan tidak terlihat canggung berdiri menjadi ujung tombak Madrid di lini depan.

Minimnya opsi penyerang tengah yang tajam di Madrid selain Benzema, bisa digunakan oleh Zidane untuk lebih sering memainkan pemain berusia 22 tahun itu.

8. Lucas Silva

362ccde900000578-3685449-image-a-53_1468280677203

Sejak dibeli dari Cruzeiro pada 2015. Lucas Silva kesulitan menembus lini tengah Madrid. Ia menjalani masa pinjaman bersama Olympique Marseille di musim 2015/16, dan kembali ke Madrid musim ini.

Dengan adanya larangan transfer Madrid. Lucas bisa menjadi opsi bagi Zidane, untuk menggantikan Casemiro yang kerap diplot sebagai gelandang jangkar.

9. Fabio Coentrao

fabiocoentraorealmadridvsgalatasarayysh7djv8avhl

Bek kiri berusia 28 tahun Portugal sudah bermain untuk Madrid sejak 2011, kala ia diboyong dari Benfica. Namun musim lalu Coentrao dipinjamkan ke klub Prancis, AS Monaco, karena Marcelo terlalu dominan sebagai bek kiri tim.

Akan tetapi ia kini kembali ke Madrid dan bisa jadi opsi tambahan Zidane, guna mengatasi larangan transfer. Coentrao bisa menjadi pelapis bek kiri Madrid, jika Marcelo cedera atau terkena akumulasi kartu.

10. Martin Odegaard

odegaard

Gelandang serang yang juga dapat bermain sebagai penyerang sayap dibeli dari Stromsgodset pada 2015 di era Carlo Ancelotti. Odegaard menjadi ‘korban politik’ Madrid untuk memasarkan dan mempopulerkan nama besar klub di Norwegia.

Sang pemain tentu ingin unjuk gigi membuktikan kualitasnya, bukan sekedar alat iklan Madrid. Kesempatan itu terbuka lebar dengan adanya larangan transfer FIFA, Odegaard harus memanfaatkan kesempatan yang diberikan Zidane. (Fajar/pojoksatu)

LANJUT FAJAR Sport

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top