Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster, Menteri Susi Selamatkan Negara dari Kerugian – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster, Menteri Susi Selamatkan Negara dari Kerugian

menteri-susi-gagalkan-penyelundupan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – 71.250 ekor benih lobster dari perairan Indonesia senilai Rp2,85 miliar yang akan diselundupkan ke Luar negeri berhasil digagalkan oleh Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jakarta 1, Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta dan pihak Kepolisian RI.

Benih lobster itu dikemas menggunakan ribuan kantong plastik transparan yang diisi air dan oksigen, untuk diekspor ke luar negeri.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan sebagai komoditas yang bernilai tinggi, lobster jenis Mutiara ini dijual untuk ukuran konsumsi bisa mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per kg.

Tentunya, kata Susi, ekspor ilegal benih lobster tersebut jelas menimbulkan kerugian negara yang tidak sedikit.

“Kalau di laut di lepas, kalau dia besar jadi 300 gram saja berarti dikalikan saja. Kalau dikali per kilonya 30-40 dolar AS, saja sudah berapa” kata Susi kepada awak media di terminal Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (13/9).

Susi bisa membayangkan keuntungan yang akan diperoleh negara tujuan ekspor ilegal benih lobster ini. Sebab, mereka bisa membeli benih dengan harga yang murah, kemudian diekspor lagi ke Indonesia dengan harga tinggi.

“Jadi aksi penyelundupan bibit lobster ini cenderung tinggi, karena permintaannya meningkat. terhitung selama 2016, kita sudah gagalkan ekspor bibit lobster 819.570 ekor,” ujarnya.

Karena itu, Susi berharap, koordinasi antar lembaga harus semakin diperkuat, saling konsolidasi satu sama lain dan mengesampingkan yang namanya egosektoral.

BACA:  9 Kapal Hilang Misterius di Mimika

“Ini penting demi menyelamatkan kerugian negara akibat penyulundupan,” kata Susi.

Sementara itu, Kepala BKIPM Rina mengatakan, rencananya bibit itu akan dikirimkan ke Singapura saat pesawat singgah di Bandara Soekarno Hatta.

“Kemudian, benih lobster asal Mataram tersebut diamankan dari tangan pelaku yang diduga akan mengirimnya ke Singapura ketika pesawat sedang transit di Bandara Soekarno Hatta hari Kamis lalu,” ujar dia.

Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengakui penyelundupan bibit lobster ini berhasil terungkap oleh Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta pada 8 September 2016 lalu.

“Penggagalan penyelundupan ini berarti berhasil menyelamatkan Rp2,85 miliar,” kata Sri.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut pengungkapan penyelundupan bibit lobster ini berkat kerjasama Polri dengan Bea Cukai dan Kementerian KKP. Ada satgas yang berjumlah 115 orang, yang khusus ditugaskan untuk mengawasi flora fauna yang diselundupkan ke luar negeri.

“Ada 6 orang yang diproses hukum, 1 orang yang diduga pengendali dari Taiwan masih ditahan di Polres Jakarta Barat,” terang Tito.

Tito menambahkan penyelundupan tersebut dilakukan via jalur udara. Polisi terus melakukan pengembangan mengenai kasus penyelundupan bibit lobster tersebut.

“Ada dua orang di Lombok sebagai supplier. Dikirim melalui udara lewat kargo dan ada juga lewat Singapura dan ada langsung ke Vietnam. Ada satu warga negara Vietnam yang sedang kita cari. Kita akan terus kembangkan, baik jaringan supplier yang di Lombok,” terangnya.

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top