Ini Tiga Sektor Unggulan yang Bisa Dongkrak Ekonomi Nasional – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Ekonomi & Bisnis

Ini Tiga Sektor Unggulan yang Bisa Dongkrak Ekonomi Nasional

pertanian
FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan DPR RI menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 5,15.

Deputi Senior Gubernur BI Mirza Adityaswara menjelaskan, ada tiga sektor yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan. Yakni sektor pertanian, manufaktur, dan perdagangan.

Menurutnya, tiga sektor tersebut pada tahun depan diperkirakan akan membaik dan menyumbang 65-70 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Dari tiga sektor itu, kita berharap alami perbaikan di 2017. Jadi, kalau 2017 kita bicara bisa sedikit di atas lima persen rasanya sih cukup reasonable,” kata Mirza di Gedung BI, Jakarta (Senin, 12/9).

Rincian kontribusi tiga sektor tersebut adalah manufaktur dengan share sekitar 22-24 persen, pertanian sekitar 20 persen, dan perdagangan sekitar 22 persen. Secara total, kontribusi ketiganya mencapai 65 sampai 70 persen.

Untuk sektor pertanian didukung naiknya beberapa harga komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit dan karet dan membaiknya jumlah panen tanaman padi.

“Tahun ini, harga komoditas sudah merangkak naik meski bukan suatu kenaikan yang signifikan. Namun kalau dilihat sejak awal Januari hingga saat ini, mungkin kita bisa bilang harga kelapa sawit sudah naik sekitar 20 persen,” jelas Mirza.

Harga bahan baku karet saat ini juga mengalami kenaikan hingga 20 persen. Sehingga, di tahun depan, harga komoditas pertanian akan membaik dan stabil dibandingkan tahun 2016 ini.

Untuk sektor manufaktur sendiri masih sangat dipengaruhi stabilitas kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Mengingat sektor itu memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor.

“Kurs yang stabil membuat manufaktur sudah tumbuh di atas empat persen dari PDB di kuartal pertama dan kedua, itu memang banyak terbantu. Jadi harapan kita stabilitas kurs ini akan terus terjaga di semester kedua 2016 dan di 2017. Itu akan membantu pertumbuhan sektor manufaktur,” ujar Mirza.

Sektor perdagangan juga berharap banyak pada stabilitas kurs, mengingat adanya komponen impor. Namun, seiring membaiknya neraca perdagangan di kuartal dua 2016 yang berarti stabilitas kurs masih dapat terus dijaga.

“Nanti untuk perdagangan yang sudah mulai pulih di 2016 ini akan terus berlanjut di 2017,” tegas Mirza. [wah]

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top