Lagi, TKI Asal NTT Tewas di Malaysia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

Lagi, TKI Asal NTT Tewas di Malaysia

mayat-kamar-jenazah_20150730_112214

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Kasus tewasnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia tak ada habisnya. Korbannya pun lagi-lagi berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dua TKI dikirim menggunakan penerbangan domestik Garuda dan tiba di Bandara El Tari Kupang pada Sabtu (10/9) sekira pukul 12.00 Wita. Kedua jenazah itu yakni Sepriana Toto warga RT 23/ RW 07, Kelurahan Takari, Kabupaten Kupang dan Siprianus Tukan warga Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Jenazah Sepriana Toto langsung diambil pihak keluarga dan dibawa ke Takari, Kabupaten Kupang. Sementara jenazah Siprianus Tukan masih disemayamkan di ruang IPJ RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang dan baru diterabangkan lagi ke Nagekeo pada Minggu (11/9).

Korban Siprianus Tukan diduga diberangkat ke Malaysia secara ilegal atau tidak resmi hingga akhirnya meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Timor Express (Jawa Pos Group) bahwa Siprianus Tukan ditemukan sudah meninggal di tempat kerjanya di negeri Jiran pada Senin (5/9) pekan kemarin.

“Dia (Siprianus Tukan red) kerja tukang di Malaysia. Dia sudah kerja di malaysia sejak 20 tahun lalu. Sebelum ditemukan meninggal dunia, dia sehat-sehat saja. Hanya, dia sedikit mengeluh sakit pinggang,” ucap Paulina yang bertugas mengantarkan jasad Siprianus Tukan.

Ternyata, korban Siprianus Tukan diduga sudah meninggal dunia beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan rekan kerjanya. Penemuan jasad Siprianus Tukan setelah teman-teman kerjanya mencium aroma tak sedap.

Lantaran aroma tak sedap itu, rekan sekerjanya lalu melakukan pencarian. Dan ternyata aroma tak sedap itu berasal dari kamar korban, Siprianus Tukan. Kata Paulina, selama 20 tahun bekerja di Malaysia, Siprianus Tukan tak pernah pulang ke kampung halamannya di Nagekeo.

Sementara suami Sepriana Toto, Nofry Feto mengaku, isterinya baru berangkat ke Malaysia pada 13 Agustus lalu. Korban Sepriana Toto direkrut menjadi TKI pada Juli lalu oleh PT. Citra Bina Tenaga Mandiri, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang.

“Saya dengan istri saya (Sepriana Toto red) selalu komunikasi terus pakai telepon. Istri saya berangkat ke Malaysia tanggal 13 Agustus lalu dan tiba di Malaysia pada 24 Agustus. Saya sendiri yang jemput istri saya  di jalan tol Malaysia Timur. Waktu itu dia mengeluh sakit pada bagian kaki,” jelas Nofry.

Nofry baru mengantar istrinya ke rumah sakit pada 31 Agustus lalu. Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, istrinya pun meninggal dunia pada 1 Agustus sekira pukul 01.00 waktu setempat.

Sesuai rencana, Nofry Feto dan istrinya Sepriana Toto akan sama-sama bekerja di kebun kelapa sawit di Malaysia Timur. Nofry sendiri sudah bekerja di Malaysia sejak dua tahun lalu dan ketika istrinya Sepriana Toto hendak mengikutinya, malah istrinya Sepriana Toto yang meninggal dunia. Pasangan suami isteri itu juga sudah dikaruniai seorang anak perempuan. (gat/fab/JPG)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top