Berharap Ada Koalisi Gemuk untuk Lawan Ahok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Pilkada

Berharap Ada Koalisi Gemuk untuk Lawan Ahok

0708505ahok41780x390

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dinamika politik di Jakarta semakin dinamis jelang Pilkada DKI 2017. Terutama dalam hal penentuan pasangan cagub dan cawagub. Kini mulai muncul wacana saling menduetkan pasangan cagub dan cawagub.

“Untuk cagub dan cawagub, kami masih melihat koalisi. Tapi kami berharap kepada seluruh parpol koalisi, nantinya dalam Pilgub DKI ada dua pasangan cagub,” ujar Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding, kemarin (13/9).

Dia mengatakan, saat ini memang sudah ada beberapa nama cagub dan cawagub. Seperti Yusril Ihza Mahendra, Saefullah dan Mardani. Belakangan Rizal Ramli juga ikut meramaikan kandidat cagub.

“Juga ada Pak Yusril, juga didukung, asal ada beberapa parpol yang mendukungnya. Namun untuk wakil gubernur, kami harapkan Pak Saefullah diusung,” papar Kadir.

Terkait jadwal deklarasi cagub dan cawagub, sambung dia, belum dapat memastikan. Pasalnya hingga kini masih menunggu dinamika pengurus parpol di tingkat wilayah.

“Deklarasi pilgub untuk DKI, kita serahkan ke DPW (Dewan Pimpinan Wilayah). Pilgub DKI, itu sebenarnya wilayah DPW. Tapi yang jelas PKB tidak ke Pak Ahok,” tegas Kadir.

Menurut dia, keputusan PKB untuk tidak mendukung Ahok melihat secara obyektif. “Ahok sebenarnya tidak banyak melakukan apa-apa. Penyerapan anggaran belum maksimal. Selain itu,  siapapun sebenarnya bisa dengan anggaran DKI Jakarta yang cukup besar,” jelas Kadir.

Selain itu, gaya kepemimpinan Ahok disebutnya tidak cocok, dengan gaya ke timuran. Seperti harus  tidak mudah marah-marah, sopan santun. “Itu bagi kami penting, sangat prinsip. Mau ngomong apa saja boleh. Asalkan sesuai dengan budaya kita,” tegas dia.

BACA:  Pilgub DKI Jadi Ajang Uji Coba Pangeran Cikeas

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta Abdul Aziz menilai, klaim Yusril Ihza Mahendra yang akan didukung oleh tiga partai politik pada Pilgub DKI Jakarta 2017 merupakan sesuatu hal yang wajar.

Menurut dia, Partai Demokrat, PKB, dan PPP, memang sejauh ini cukup intensif menjalin komunikasi dengan Yusril. “Ya kami kan sudah berkomunikasi dengan beberapa partai, seperti PPP dan Partai Demokrat dengan Pak Yusril,” ujar Aziz, kemarin.

Dia mengatakan, Yusril memang berharap diusung sebagai calon gubernur oleh ketiga partai politik tersebut. Sebab Partai Bulan Bintang (PBB) atau partai besutan Yusril tak memiliki kursi sama sekali di DPRD DKI Jakarta.

Jika ketiga partai politik tersebut berkoalisi, maka dapat mengumpulkan 26 kursi di DPRD DKI Jakarta. Hal itu berarti mereka dapat mengusung Yusril pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Syarat partai politik mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur adalah memiliki minimal 22 kursi di DPRD DKI Jakarta.

Aziz meyakini Yusril mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di Jakarta. Selain itu, ia menilai Yusril mampu bekerjasama dengan Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Ketua PWNU DKI Jakarta Saefullah.

“Pak Yusril ini tokoh nasional dan punya gagasan banyak dan bagus soal Jakarta. Beliau harus mampu karena didukung rakyat,” tukas Aziz. (dai/wok/yuz/JPG)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top