Kibarkan Bendera Asing di Pulau Pari, Turis Asal Tiongkok Diamankan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Jabodetabek

Kibarkan Bendera Asing di Pulau Pari, Turis Asal Tiongkok Diamankan

142126_429351_142018_981662_polisi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, dihebohkan dengan bendera yang bertuliskan provokatif. Bendera tersebut berwarna merah  dengan gambar lima orang sedang melingkar dan bertuliskan JKT Desa China.

Bendera tersebut berkibar di Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada Minggu lalu (11/9).
Hal itu membuat para turis domestik atau wisatawan lokal bertanya-tanya. Kabar ini juga menyebar di sejumlah medsos.

Terkait hal tersebut, Polres Kepulauan Seribu langsung merespons dengan cepat. Begitu ada laporan, polisi melakukan pemeriksaan terhadap para turis asal Tiongkok yang mengibarkan bendera tersebut.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP John Weynart Hutagalung membenarkan adanya bendera yang berkibar di Pulau Pari. “Iyah benar, ada bendera asing yang berkibar di Pulau Pari. Warga melaporkan kasus tersebut ke Pospol Pulau Pari. Kami langsung menangani laporan tersebut,” ujar Jhon kepada INDOPOS (Fajar Group), Selasa (13/9).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, bendera tersebut menurutnya sengaja di pasang oleh turis asal Tiongkok. Yakni saat mereka sedang berlibur di Pulau Pari. Pihaknya pun langsung melakukan pencopotan bendera tersebut. Karena dianggap memenuhi unsur SARA.

BACA:  Ini Janji Ahok dan JK…

“Bendera tersebut sudah kami copot. Sudah membuat resah warga,” ujarnya.

Lebih lanjut John mengatakan, saat ini kondisi di Pulau Pari sudah kembali kondusif. Meski begitu, warga masih banyak yang bertanya-tanya terkait bendera itu.

“Berdasarkan keterangan Yun Xun, turis yang membuat bendera dan kaos merah, setelah tiba di Jakarta. Dia tidak bisa berbahasa Indonesia, dan tulisannya itu hasil dari translate di internet,” kata John.

Sementara menurut Bupati Kepualauan Seribu Budi Utomo, pemasangan bendara tersebut hanya sebagai tanda agar mereka yang bersnorkling tidak tersesat. “Informasi yang diperoleh, maksud pemasangan bendera agar wisatawan lainnya tidak tertinggal dan mudah mencari rombongan dengan melihat bendera tersebut,” tuturnya.

Budi mengimbau kepada warganya untuk tidak langsung terprovokasi. “Masalah pemasangan bendera ‘JKT.Desa China’ oleh sekelompok turis asing sudah clear,” tandasnya. (dai/yuz/JPG)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top