Mobil Masuk Jurang, Empat Wartawan Dilarikan ke Rumah Sakit – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Mobil Masuk Jurang, Empat Wartawan Dilarikan ke Rumah Sakit

ilustrasi kecelakaan

FAJAR.CO.ID, TAHUNA – Nahas menimpa empat wartawan di Kabupaten Sangihe. Saat hendak melakukan liputan  di Kampung Petta, Avanza DB 1521 CC yang ditumpangi, Selasa (13/9), masuk jurang di Kampung Pusunge, Kecamatan Tabukan Utara.

Adanya tumpahan solar diduga jadi penyebab kecelakaan. Empat  korban  terdiri dari  sopir Fitri Lamiu (Koran Manado), Mesak (Radar Manado), Iswadi Machmud (Swara Kita) dan Jusak (Koran Berantas).

Beruntung tidak ada korban jiwa. Tapi, semuanya mengalami luka-luka hingga patah tulang. Usai kejadian, para korban dievakuasi ke RSUD Liun Kendage.

Dari pemantauan Manado Post (Fajar Group) di TKP, kondisi mobil dalam keadaan terbalik. Kaca depan dan samping pecah. Begitu juga dengan bodi mobil rusak berat karena mengalami benturan keras.

Menurut seorang korban, Fitri Lumiu, ketika dirinya memindahkan porsneling, ban belakang tiba-tiba tergelincir. Kemudian langsung menabrak pohon kelapa dan masuk jurang.

”Kejadiannya di tikungan. Beruntung ketika mobil terbalik kami masih sadarkan diri dan menelpon teman untuk datang membantu. Akhirnya Kabag Humas beserta stafnya membantu mengeluarkan kami dari mobil yang sudah terbalik,” ceritanya.

Terpisah, menurut kesaksian warga Kampung Pusunge, mobil tersebut terlihat tidak bisa dikendalikan karena ada minyak solar yang tumpah di jalan.

“Sebelumnya ada juga beberapa motor yang terjatuh dari motor akibat tumpahan minyak solar  di jalan,” ungkap sejumlah warga.

Mereka pun menuding ada pihak-pihak tidak bertanggungjawab, sengaja menumpahkan solar. Sebab minyak yang tumpah berada di jalan tanjakan, turunan maupun belokan.

“Kalau solarnya tumpah tidak disengaja, harusnya mulai dari Kampung Raku, Lenganeng, Pusunge sampai Mahena, itu harus ada tetesan minyak. Tetapi, ini cuma berada di tempat tertentu,” keluh mereka.

Sementara, Ketua LSM Kadademahe M Pulumbara meminta pihak kepolisian menyelidiki kasus ini. Menurutnya, jangan sampai solar yang tumpah di jalan sengaja dilakukan pihak tertentu.

“Apalagi sekarang sudah panas-panasnya Pilbub di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kalau tidak diselidiki, takutnya bisa terulang lagi dan memakan korban lagi,” tandasnya. (ite/gel/nas/JPG)

loading...
Click to comment
To Top