Perantara Suap Lippo Divonis 4 Tahun Penjara, Apa Kabarnya Edy Sindoro dan Nusron Wahid – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Perantara Suap Lippo Divonis 4 Tahun Penjara, Apa Kabarnya Edy Sindoro dan Nusron Wahid

Nusron Wahid

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno divonis empat tahun penjara, denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan.

Doddy dinyatakan bersalah menyuap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution Rp 150 juta.

Suap diberikan Doddy terkait penanganan sejumlah perkara yang menjerat anak usaha Lippo Group.

Doddy terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto pasal 65 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan primer,” ucap Hakim Ketua Sumpeno saat membacakan amar putusan Doddy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (14/9).

Majelis meyakini perbuatan yang dilakukan Doddy atas perintah mantan Presiden Direktur PT Lippo Group Eddy Sindoro.

Namun, majelis menyatakan Doddy juga harus menjalani hukuman agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Adapun hal yang memberatkan, Doddy tidak mendukung upaya pemerintah memberantas korupsi. Sedangkan yang meringankan, Doddy bersikap sopan selama persidangan.

Doddy dan jaksa KPK menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim tersebut. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jakaa KPK. Doddy dituntut lima tahun penjara, denda Rp 150 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Doddy sebelumnya dituntut bersalah memberi Rp 100 juta kepada Edy untuk membantu menunda aanmaning terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP).

Doddy juga memberikan Rp 50 juta pada Edy atas jasanya membantu menerima pendaftaran peninjauan kembali PT Across Asia Limited (AAL) meskipun telah lewat batas waktu yang ditentukan oleh UU.

Namun, sampai saat ini KPK sendiri belum ‘menggarap’ Edy Sindoro yang kabarnya sudah tidak berada di Indonesia.

Selain nama Bos Lippo, dalam perkara ini juga muncul nama Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang diduga ikut meneirma duit suap.

Doddy juga sering mengirimkan barang yang ia duga berupa uang kepada Lucas di basement Gedung Matahari Jalan Jenderal Sudirman. Sementara kepada Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dia menjelaskan, juga demikian. Doddy barang yang ia duga berupa uang ke kantor Pemuda Anshor sejak 2015. (jpnn/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top