Polisi Bongkar Prostitusi Anak Berkedok Spa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Kriminal

Polisi Bongkar Prostitusi Anak Berkedok Spa

psk1

FAJAR.CO.ID, PALU – Aparat kepolisian Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) membongkar praktik prostitusi berbalut spa atau panti pijat yang melibatkan anak di bawah umur.

Tidak tanggung-tanggung ada tiga anak di bawah umur yang dijadikan pekerja di spa yang terletak di Jalan Tanjung Manimbaya, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan. Ketiga anak dibawah umur tersebut masing-masing TA (15), DS (16) dan MA (17).

Warga sekitar panti pijat, Selasa (13/9), dibuat geger setelah mengetahui, panti pijat yang ada di lingkungan mereka juga melakukan praktik prostitusi.

Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulteng, dari Subdit IV Renakta (kekerasan anak dan wanita) Selasa (13/9) kemarin, memang melakukan penggeledahan di spa tersebut.

Beberapa barang bukti diamankan dari panti pijat bernama Afika Spa itu. Diantaranya dua pak kondom belum terpakai dan satu kondom bekas, serta sejumlah obat-obatan. Penggeledahan dipimpin Kepala Sub Direktorat IV, AKBP Kelana Jaya.

Penggeledahan disaksikan langsung Ketua RT setempat dan beberapa warga. Umumnya, warga di sekitar mengaku sama sekali tidak mengetahui, jika panti pijat tersebut melakukan praktik prostitusi dan melibatkan anak di bawah umur.

Usai penggeledahan selama kurang lebih setengah jam, petugas akhirnya memasang police line (garis polisi) di sekeliling panti pijat.

Dilansir dari Radar Sulteng (Fajar Group), Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sulteng, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra mengungkapkan, sebelum membongkar praktik prostitusi di panti pijat tersebut, pihaknya sudah lebih dahulu melakukan penyelidikan selama beberapa hari.

Setelah memastikan bahwa panti pijat itu benar melakukan praktik prostitusi dan mempekerjakan anak di bawah umur, maka tim dari Subdit IV Renakta langsung melakukan penggerebekan, pekan kemarin.

“Saat digrebek, kami temukan satu terapis (pekerja) sedang tidak berbusana dengan pelanggannya,” tutur Helmi.

Dari lima orang terapis yang ada saat itu, tiga orang di antaranya masih di bawah umur. Hal ini diketahui, usai petugas berhasil mendapatkan ijazah dan akte kelahiran para terapis yang menjadi korban dalam kasus ini.

Tidak menunggu waktu lama, pemilik Afika Spa, berinisial ND (35) langsung diamankan petugas. “Pemiliknya sudah kita tahan,” sebut Helmi. (agg/sad/JPG)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top