Ahli Forensik Tetap Ngotot, Mirna Mati Keracunan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Ahli Forensik Tetap Ngotot, Mirna Mati Keracunan

mirna
FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pengambilan sampel toksikologi terhadap jasad Wayan Mirna Salihin (27) yang diduga tewas akibat keracunan usai minum es kopi Vietnam oleh penyidik Polda Metro Jaya sudah tepat.

Begitu dikatakan Ahli Forensik Rumah Sakit Soekanto Kramat Jati, dr. Slamet Poernomo di Jakarta, Kamis (15/9).

Dia menjelaskan, tidak dilakukannya otopsi lantaran kondisi Mirna tidak memungkinkan. Kondisinya sudah 3 hari pasca kematian, kemudian telah dilakukan emblaming (formalin) dan kurang berkenannya keluarga korban untuk diotopsi.

“Penyidik telah melakukan pemeriksaan luar dan pengambilan sampel lambung, hati, urin jasad Mirna bukan otopsi. Sedangkan, darah tidak diambil karena sudah mengental dan sudah diformalin. Hal ini sesuai dengan permintaan penyidik pada surat permintaan visum et repertumnya,” kata Slamet di Jakarta, Kamis (15/9).

Menurutnya, permintaan tersebut dari Polsek Tanah Abang dengan surat Nomor 04/VER/I/2016/Sektor TNB perihal pemeriksaan mayat dan pengambilan sampel toksikologi, yakni pemeriksaan luar dan pengambilan sampel pada korban WMS berupa lambung, hati, empedu dan urin pada tanggal 9-10 Januari 2016.

Slamet menjelaskan, tampak sekali adanya keterkaitan cicumstantial evidence seperti korban menghirup atau menyedot VIC (kopi Vietnam), gejala dan tanda timbul sangat cepat atau lihat CCTV, temuan sianida pada VIC (kopi Vietnam) dengan kadar tinggi, temuan sianida pada tubuh korban sebagian karena racun.

“Tidak ditemukan adanya sianida dan metabolit pada hati serta urin, tentunya dapat disebabkan emblaming (formalin) yang sudah berjalan tiga hari,” jelasnya.

Dia menambahkan, pengaruh emblaming (formalin) kasus keracunan sangat berpengaruh merubah atau mendegradasi bahan beracun pada tubuh secara signifikan, serta dapat merubah hasil pemeriksaan laboratorium.

“Sehingga menurut saksi ahli Prof Gatot Lawrence pemeriksaan darah dan hati menjadi tidak valid lagi,” tandasnya. [sam]

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top