Dikirim Pajero B 104 ANA, Bupati Indramayu Terima Gratifikasi dari Rohadi? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Hukum

Dikirim Pajero B 104 ANA, Bupati Indramayu Terima Gratifikasi dari Rohadi?

anna-shopanah

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Kasus suap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rohadi sepertinya bakal menyeret Bupati Indramayu, Anna Sophanah.

Pasalnya, Anna diduga menerima gratifikasi satu unit mobil Mitsubishi Pajero dengan nomor polisi B 104 ANA dari Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rohadi.

Mobil jenis SUV tersebut disebut-sebut sebagai imbalan atas berdirinya Rumah Sakit Umum (RSU) Reksya Permata milik Rohadi di kampung halaman Rohadi yang terletak di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Kalau penyidik membutuhkan keterangan dan ada relevansinya dengan itu (kasus Rohadi) bisa dipanggil,” kata Plh Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/9/2016).

Yuyuk juga mengatakan, KPK saat ini memang tengah mendalami dugaan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Rohadi.

Untuk menuntaskan penyidikan itu, sejumlah penyidik KPK saat ini masih berada di wilayah Kabupaten Indramayu. Hal itu dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti kasus ini. Termasuk soal dugaan penerimaan mobil yang dilakukan Anna.

“Penyidik sedang melakukan pemeriksaan di Indramayu terkait dengan kasus-kasus itu,” tegas dia.

Seperti diketahui, Kepala Desa Cikedung Lor, Unggul Baniaji, salah satu saksi yang diperiksa penyidik KPK di Indramayu, mengatakan dirinya ditanya terkait pemberian mobil kepada Anna. Dia pun mengakui sempat diminta mengantarkan mobil dari Rohadi untuk Anna.

“Saya baru tahu sekarang kalau mobil itu dari Rohadi dan akan diberikan kepada bupati. Saat itu saya hanya datang untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Ibu Anna,” ujar dia, Rabu 14 September 2016 di Indramayu.

Seperti diketahui, Rohadi dijerat tiga kasus oleh KPK. Pertama, dia ditetapkan tersangka penerima suap pengaturan vonis pedangdut Saipul Jamil. Lalu, Rohadi dijerat kasus dugaan gratifikasi. Terakhir, Rohadi ditetapkan tersangka kasus pencucian uang.

Rohadi sendiri sudah dibawa ke meja hijau untuk kasus suap Saipul Jamil. Dia didakwa menerima uang Rp50 juta dari Saipul Jamil lewat pengacaranya, Berthanatalia. Kemudian, Rohadi juga didakwa menjadi perantara suap sebesar Rp250 juta untuk Hakim Ifa Sudewi.

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top