Heran, Kasus Irman Gusman Apa? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Hukum

Heran, Kasus Irman Gusman Apa?

BERKUNJUNG : Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menemui Ketua  DPD RI  Ketua DPD RI, Irman Gusman , Rabu (10/8) di Komplek Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.Pertemuan yang berlangsung tertutup ini salah satunya membahas pemotongan anggaran pada lembaga yang sebelumnya dikenal sebagai utusan daerah tersebut.FOTO :CHARLIE.LOPULUA/INDOPOS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tertangkap tangannya Irman Gusman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disayangkan anggotanya di Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Asri Anas.

Pasalnya, lembaga tersebut sedang berbenah dan meminta penambahan wewenang. “Kami menganggap duka lembaga. Ini pukulan telak karena kami lakukan pembenahan dan tuntut amandemen,” ujar Anas saat dihubungi JawaPos.com (Fajar Group), Sabtu (17/9).

Dia mengaku tak menyangka jikalau Irman benar tersandang kasus korupsi ataupun gratifikasi. Sebab, lembaga tersebut tidak pernah membicarakan proyek daerah. Adapun bantuan yang dilakukan, mereka mendorong eksekutif untuk merealisasikannya.

“Kalau bicara angka uang dan sebagainya, agak susah. Kan nggak punya hak budget. Kami rapat sama eksekutif pun nggak pernah bicara angka dan duit,” heran senator asal Sulawesi Barat itu.

Karenanya, Anas heran Irman ditangkap KPK. “Kami agak heran makanya. Jadi pertanyaan kita kasusnya apa karena ini yang pasti OTT,” sambung dia.

Lebih lanjut, alumnus Universitas Hasanuddin itu mengatakan, korupsi ataupun gratifikasi bisa menyasar pejabat negara yang memiliki kekuasaan. Namun, semua pejabat negara tentunya pernah disumpah jabatan untuk tidak melakukan korupsi. “Ini persoalan komitmen pribadi,” tegas dia.

Kendati demikian, siapapun orangnya, lanjut Anas, koruptor harus dihukum sesuai aturan yang berlaku. “Siapapun yang tertangkap tangan karena perbuatan korupsi, gratifikasi, menurut kami harus menerima konsekuensi hukum,” pungkasnya. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top