Ini Kegemaran Rohadi Saat Menjabat Panitera Pengganti PN Jakarta Utara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Ini Kegemaran Rohadi Saat Menjabat Panitera Pengganti PN Jakarta Utara

rohadi

FAJAR.CO.ID – JAKARTA – Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Rohadi ternyata memiliki banyak aset di kampung halamannya Indramayu, Jawa Barat.

Selain baru selesai membangun Rumah Sakit yang belum memiliki izin operasi, Rohadi juga memiliki puluhan hektar sawah dan tanah. Tidak hanya itu, Rohadi memiliki 19 mobil yang ditaruh di berbagai tempat.

Hal itu diakui sopir pribadi Rohadi bernama Koko saat bersaksi untuk terdakwa Kasman Sangaji yang didakwa menyuap Rohadi.

“Ada 19 mobil (yang dimiliki Rohadi). Mobil-mobilnya ada yang dititipkan di rumah saudara-saudaranya, ada yang dipinjam dan ada yang dipakai anaknya,” ujar Koko di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).

Selain didakwa menerima suap, KPK juga menetapkan Rohadi sebagai tersangka dalam kasus suap, gratifikasi dan pencucian uang.

Terkait dugaan pencucian uang, penyidik KPK telah menyita satu unit ambulans, satu unit mobil Toyota Yaris, dan satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport.

Rohadi juga dikenal warga setempat sebagai pejabat yang gemar membeli tanah di Kabupaten Indramayu. Salah satunya tanah di atas bangunan RS Reksya Permata, Indramayu yang berlokasi di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kepala Desa Cikedung Lor, Unggul Baniaji mengaku tim KPK sudah dua minggu berturut-turut berada di Kabupaten Indramayu untuk melakukan pemeriksaan, penggeledahan, penyegelan dan penyitaan aset Rohadi yang berada di Indramayu.

“Sekarang saja masih dalam proses pemeriksaan empat kepala desa dan Sekretaris Camat, diantaranya Tiro (Kuwu Jatisura), Ahmad Subarjo (Loyang), Sutarma (Mundak Jaya) dan Sekretaris Camat Edi Rasdiana,” terang Unggul, Kamis (15/9/2016).

Rohadi menurut Unggul gemar membeli tanah warga. Di Desa Cikedung Lor saja, ada 13 orang dengan luas tanah masing-masing 2,5 hektare yang dibeli tanahnya.

Selebihnya, lanjut Unggul, Rohadi juga membeli tanah di Desa Mundak Jaya, namun di wilayah ini Rohadi diketahui masih belum melunasi seluruh pembelian tersebut.

Seperti diketahui, Rohadi diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima hadiah atau janji terkait pengurusan perkara di MA RI dan penerimaan gratifikasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf a atau Pasal 11 atau Pasal 12B UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top