Kisah Death Squad dan Duterte, 25 Tahun Sukses Eksekusi Ribuan Nyawa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Kisah Death Squad dan Duterte, 25 Tahun Sukses Eksekusi Ribuan Nyawa

duterte

FAJAR.CO.ID FILIPINA – Ruang Senat Filipina dipenuhi cerita-cerita sadis tentang kisah pembantaian yang dilakukan oleh Death Squad. Presiden Rodrigo Duterte disebut pernah ada di dalamnya.

Death Squad adalah tim pembunuh pelaku kriminalitas seperti pengedar narkoba atau pemerkosa hingga bandit kampung.

Cerita kesadisan aksi Death Squad sendiri diungkap oleh Edgar Matobato. Pria yang mengaku mantan anggota tim pembunuh itu menjadi saksi dalam rapat dengar pendapat di ruang senat. Kamis (15/9).

Senat saat ini tengah menyelidiki pembunuhan tanpa peradilan dalam perang anti kejahatan yang digulirkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Baik saat Duterte menjadi wali kota Davao maupun saat ini. Penyelidikan itu dipimpin anggota Senat sekaligus mantan Menteri Kehakiman Leila de Lima.

Hasil temuan Senat tersebut akan dijadikan referensi ke Ombudsman Filipina.

Namun, sebagai presiden, Duterte tentu saja memiliki imunitas. Dia hanya bisa digulingkan lewat pemakzulan.

Matobato mengungkapkan bahwa Death Squad, diisi oleh sekelompok polisi yang mendukung Duterte dan mantan pemberontak komunis.

Mereka diklaim sudah membunuh sekitar seribu orang dari 1988 hingga 2013.

Death squad menerima perintah dari Duterte maupun anggota kepolisian aktif yang bertugas di kantor wali kota.

Khusus Matobato, dia hanya menerima perintah dari Duterte langsung.

“Saya tidak membunuh siapa pun kecuali di­perintah Charlie Mike,” ujar pria 57 tahun tersebut. Death squad menyebut Duterte sebagai Charlie Mike. (Reuters/AFP/BBC/Fajar) 

loading...
Click to comment
To Top