Kisah Death Squad dan Duterte, Sadis Korban Jadi Makanan Buaya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Internasional

Kisah Death Squad dan Duterte, Sadis Korban Jadi Makanan Buaya

buaya-makan-orang-620x376

FAJAR.CO.ID FILIPINA – Teknik pembunuhan yang dilakukan Death Squad terbilang sadis. Mereka menculik korban dengan berpura-pura sebagai petugas kepolisian. Bahkan salah seorang korban pernah dijadikan makanan buaya hidup-hidup.

Sebagian besar lainnya dicekik dengan menggunakan kawat, lantas dibakar dan dipotong-potong seperti hewan.

Mayat tersebut lalu dikubur di tambang milik salah seorang polisi anggota Death Squad, dibuang di laut, atau dibiarkan begitu saja di jalanan.

Menurut Matobato dalam rapat dengar pendapat di ruang senat, Kamis (15/9) , mereka dibunuh dengan sadis seperti ayam.

“Tugas kami adalah membunuh pelaku kriminal, pemerkosa, penjual obat terlarang, serta penjahat-penjahat kecil lainnya. Kami membunuh orang hampir setiap hari,” terang Matobato.

Selain pelaku kejahatan di atas, mereka membunuh orang-orang yang tidak disukai Duterte. Salah satunya pacar adik perempuan Duterte.

Matobato menuturkan, Duterte juga pernah turun tangan. Pada 1993, dia dan anggota lain Death Squad sedang dalam sebuah misi di Davao ketika mereka mendapati jalanan diblokade tim dari Departemen Kehakiman.

BACA:  Presiden Filipina Persilakan Eksekusi Mati Mary Jane

Mereka pun terlibat dalam baku tembak. Duterte yang saat itu menjadi wali kota Davao, datang ke lokasi.

“Jamisola (staf departemen kehakiman) masih hidup ketika Duterte datang. Dia menembakkan dua magasin Uzi kepadanya,” terang Matobato.

Jumlah pembunuhan tersebut terbilang kecil jika dibandingkan dengan yang terjadi di Filipina saat ini.

Di hadapan Senat, Kepala Kepolisian Filipina Ronald Bato mengungkapkan bahwa, kampanye antinarkoba Duterte sejak menjadi presiden telah menewaskan 3.541 orang. Padahal, Duterte baru 78 hari menjabat kepala negara.

Hanya 1.506 di antara jumlah tersebut yang ditembak mati dalam operasi serangan oleh polisi. Sebaliknya, 2.035 orang lainnya dibunuh orang tidak dikenal.

Martin Andanar, juru bicara Duterte, meragukan pernyataan Matobato. Dia tidak yakin Duterte telah memerintahkan pembunuhan sadis lebih dari seribu orang tersebut.

“Komisi HAM sudah lama menyelidiki hal tersebut dan sampai saat ini tidak ada gugatan yang diajukan,” ujarnya. (Reuters/AFP/BBC/JPG/Fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top