Ngeri, Bersama Calon Menantu Bunuh Ayah Kandung, Lehernya Digorok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Ngeri, Bersama Calon Menantu Bunuh Ayah Kandung, Lehernya Digorok

1432144634-pisau_ilustrasi

FAJAR.CO.ID, GORONTALO – Pasangan kekasih AFM alias Nanda dan OP alias Opin (20) kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya membunuh Nasir Mahmud (64), warga Kota Gorontalo pada Mei 2016.

Terdakwa AFM alias Nanda yang nota bene adalah anak kandung korban telah divonis majelis hakim dengan hukuman 8 tahun penjara. Kini giliran sang kekasih OP alias Opin yang diadili.

Kamis (15/9), di hadapan majelis hakim yang dipimpin Fatcu Rachman SH itu, JPU Erwan Suwarna dalam dakwaannya mengurai kronologis pembunuhan yang dilakukan oleh Opin dan Nanda terhadap terhadap calon mertuanya, Nasir Mahmud.

Dilansir dari Gorontalo Post (Fajar Group), kejadian bermula, Sabtu (7/5) pukul 21.00 Wita, Nanda menghubungi Opin melalui pesan BlackBerry Messenger (BBM) untuk datang ke rumahnya. Begitu sampai, Opin dan Nanda lantas berbincang di ruang tengah rumah.

Sementara Nasir berada di dalam kamar. Sesekali Nasir keluar untuk mengawasi putri semata wayang. Setelah itu Nasir kembali masuk ke dalam kamar. Ditengarai tanpa sepegetahuan Nasir, Nanda dan Opin membahas rencana menghabisi Nasir. Namun saat itu, keduanya terkesan ragu-ragu.

Hingga pada pukul 23.00 wita, Opin pulang ke rumahnya di Perumahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Sedangkan Nanda menyusul masuk ke kamar untuk tidur bersama ayahnya Nasir Mahmud.

Rupanya di dalam kamar, Nanda tak langsung tidur. Nanda terus berkomunikasi dengan Opin melalui pesan BBM. Hingga pukul 01.00 wita, Nasir beserta penghuni rumah lainnya sudah dalam kondisi tertidur lelap.

Saat itu Nanda menghubungi Opin dan menanyakan keberadaannya. Opin lantas menjawab sudah dekat. Sedikit lagi sampai.

Opin datang kembali ke rumah Nanda dengan berjalan kaki. Nanda kemudian menyampaikan ke Opin bila sudah tiba di rumah, maka kunci pintu depan ada di atas ventilasi udara. Selang beberapa saat kemudian, Nanda kembali menghubungi Opin. Nanda memerintahkan Opin bersembunyi di belakang sofa di ruang tengah rumah.

Saat masuk ke dalam rumah, Opin bersembunyi di balik sofa. Nanda kembali mengirim pesan BBM untuk tetap bersembunyi hingga dirinya memberi aba-aba. Sekitar lima menit kemudian, Nanda keluar kamar bermaksud ingin buang air kecil.

Setelah itu Nanda kembali masuk ke dalam kamar. Saat masuk ke kamar, Opin menyusul di belakang. Di dalam kamar, Nanda menyerahkan sebilah pisau dapur kepada Opin.

Opin sempat menolak. Siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) sempat bimbang. Namun Nanda menyampaikan bilamana dirinya tak tega menghabisi langsung ayah kandungnya.

Dengan menggenggam pisau, Opin mendekati Nasir yang saat itu sedang tidur terlentang. Sementara Nanda mengambil bantal dan duduk di atas kepala Nasir.

Sejurus kemudian, Nanda menutupi bantal wajah Nasir yang diikuti aksi Opin menggorok leher Nasir, sang calon mertua. (tr-49/sad/JPG)

loading...
Click to comment
To Top