Suap Impor Gula: Buat Jaksa Sumbar Rp 365 Juta, Buat Ketua DPD Cuma Rp 100 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Suap Impor Gula: Buat Jaksa Sumbar Rp 365 Juta, Buat Ketua DPD Cuma Rp 100 Juta

jumpa-pers-irman-gusman

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dua kasus dugaan korupsi, yang diinisiasi oleh Direktur CV Semesta Berjaya (perusahaan gula) Xaveriandy Sutanto.

Dalam kasus ini, Xaveriandy menyogok Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman dan jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Farizal. 

“Dengan penuh keprihatinan kami berikan informasi terkait dengan operasi KPK tadi malam. I‎ni ada dua kasus yang terpisah pemberinya sama (yaitu Xaveriandy),‎” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di markas KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9).

Agus memerinci, Irman disogok Rp 100 juta untuk memuluskan pengamanan gula bulog. Sedangkan Farizal disogok Rp 365 juta untuk membantu pengurusan perkara yang saat ini bergulir di Pengadilan Negeri Padang.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menambahkan, Xaveriandy saat ini tengah menjalani sidang dengan perkara penjualan gula tanpa SNI di PN Padang. 

“XSS (Xaveriandy) diduga memberi uang sejumlah Rp 365 juta untuk membantu mengurus perkara yang dihadapi XSS. FZL (Farizal) adalah jaksa yang mendakwa XSS di PN Padang dalam perkara penjualan gula tanpa SNI,” kata Alexander.

Farizal dalam mendakwakan Xaveriandy, bertindak seperti penasihat hukum. Dalam hal ini, Farizal membuat skenario untuk membuatkan eksepsi dan mengatur saksi yang menguntungkan bagi Xaveriandy.

“Dalam kasus ini KPK menetapkan tersangka sebagai pemberi, XSS Dirut CV SB disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 Huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 Huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31 Tahun 99 tentang Pemberantasan Tipikor,” kata Alexander.

Sementara itu, untuk Farizal, KPK menjeratnya dengan Pasal 12 Huruf a atau Pasal 12 Huruf B atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. Dalam kasus ini, KPK juga menjerat istri Xaveriandy, Memi karena turut membantu sang suami dalam urusan sogok menyogok. (mg4/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top