Penting! Sengketa Tanah Seperti Ini Masih Terjadi, Masyarakat Dihimbau Hati-hati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Penting! Sengketa Tanah Seperti Ini Masih Terjadi, Masyarakat Dihimbau Hati-hati

sengketa

FAJAR.CO.ID, NTT- Nilai jual tanah di Kota Kupang terus meningkat. Seiring dengan itu, banyak orang yang kemudian mengklaim diri sebagai ahli waris dan lain sebagainya. Tak heran bila saat ini justru muncul banyak sengketa terkait kepemilikan tanah.

Mirisnya, pihak-pihak yang bersengketa tidak lagi mengandalkan pendekatan kekeluargaan untuk menyelesaiakan masalah. Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk membawa perkara ke ranah hukum lewat persidangan di pengadilan.

Hasil akhirnya, semua bangunan yang sudah berdiri kokoh harus dirobohkan alat berat dalam sekejap. Kondisi demikian tampak jelas pada kegiatan-kegiatan eksekusi objek sengketa. Salah satu contoh yakni kejadian di Jalan Thamrin, tepatnya perempatan Patung Kirab Remaja, Kelurahan Kayu Putih, Kamis (15/9).

Sehubungan dengan persoalan ini, Lurah Kayu Putih, Jap Yesua menuturkan, ada banyak bidang tanah di Kota Kupang (termasuk di Kelurahan Kayu Putih) yang sudah dijual kepada salah satu pihak, kemudian dijual lagi kepada pihak lain.

Akibatnya, di kemudian hari muncul persoalan yang mendatangkan banyak kerugian materil. “Misalnya, orang tua sudah jual sebidang tanah kepada orang lain. Lalu datang anaknya jual lagi tanah yang sama kepada orang lain. Alasannya, tanah yang dijual masih kosong dan belum ditempati orang,” terangnya dikutip dari Timor Express (Jawa Pos Group), Sabtu (17/9).

Jap menyebutkan, di Kelurahan Kayu Putih ada beberapa bidang tanah yang hingga saat ini masih disengketakan dan perkaranya tengah berproses di pengadilan. Lebih kurang ada lima bidang. Yakni tanah di RT 26 (depan Radio Verbum), RT 25, RT 23, RT 28 dan RT 19.

“Tanah di beberapa RT ini masih disengketakan hingga saat ini,” sebutnya.

Agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, Jap mengimbau masyarakat, khususnya masyarakat Kelurahan Kayu Putih yang hendak membeli tanah, untuk sungguh-sungguh menelusuri sejarah kepemilikan tanah tersebut.

“Harus cari tahu dulu status kepemilikan yang jelas. Alangkah baiknya ke Kantor Pertanahan, karena di Pertanahan ada petanya. Sehingga tidak terjadi hal-hal seperti eksekusi tanah dan lain sebagainya,” saran Jap.(r2/aln/fab/JPG)

loading...
Click to comment
To Top