Pesan Irman Gusman Ketika Rusman Emba Pamit Bertarung di Pilkada Muna – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Pesan Irman Gusman Ketika Rusman Emba Pamit Bertarung di Pilkada Muna

bupati-muna-rusman-emba

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan anggota DPD RI Rusman Emba yang saat ini sudah menjabat sebagai Bupati Muna menjadi salah satu orang yang terkejut dengan kasus yang menimpa Ketua DPD RI, Irman Gusman.

Seperti diketahui, Irman Gusman terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (17/9) dinihari dirumah dinasnya. Senator asal Sumatera Barat (Sumbar) itu terjerat kasus suap kuota impor gula di wilayah Sumbar.

Saat dikonfirmasi Fajar.co.id, Rusman Emba mengaku kaget dengan persoalan hukum yang menimpa bekas pimpinannya itu. Rusman mengaku mendapat kabar setelah membaca berita dari media social.

“Saya kaget dan seperti tidak percaya waktu membaca di medsos bahwa Pak Irman di tangkap tangan oleh KPK dirumah dinasnya,” ungkap Rusman, Sabtu (17/9) malam.

Rusman sempat bercerita sedikit tentang sosok Irman Gusman selama dirinya menjadi anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia menilai sosok Irman Gusman adalah orang yang selalu bertekad kuat untuk membangun sinergitas yang berkaitan dengan hubungan-hubungan kerja secara konstitusional.

BACA:  Permohonan JC Damayanti Bisa Jadi Acuan KPK

“Saya melihat Pak Irman sebagai pribadi yang luar biasa, punya empati perhatian terhadap anggota-anggotanya. Jadi memang pada mulanya kami tidak percaya bahwa Pak Irman bisa tersangkut persoalan ini. Apalagi, Pak Irman sendiri sering membantu kegiatan-kegiatan kami, baik ketika komunikasi dengan konstituen maupun ketika ada masalah aspirasi dari daerah dalam rangka penindaklanjutannya,” ungkapnya.

Bahkan, ketika dirinya berpamitan untuk ikut bertarung dalam Pilkada Serentak di Kabupaten Muna tahun lalu, Irman Gusman sempat berpesan kepada Rusman dan pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir keduanya.

“Terakhir saya ketemu Pak Irman ketika saya pamit menjadi calon bupati di Muna. Responnya sangat luar biasa dan memberikan support kepada saya. Masih jelas teringat pesan Pak Irman bahwa memang putra putri terbaik daerah itu harus pulang untuk bisa mengabdi dalam rangka mendapatkan posisi-posisi yang strategis untuk kemajuan dalam membangun daerahnya,” kenangnya. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top