Wakil Ketua Cepat-cepat Bantah, DPD Terlepas dari Kasus Irman Gusman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Ragam

Wakil Ketua Cepat-cepat Bantah, DPD Terlepas dari Kasus Irman Gusman

farouk-muhammad

FAJAr.CO.ID, JAKARTA- Kasus suap kuota impor gula yang menyeret Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman dinilai tidak ada kaitannya dengan lembaga yang dipimpinnya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad saat menggelar konferensi pers di kompleks parlemen hari ini, Sabtu (17/9).

“Dugaan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tentang keikutsertaan IG (Irman Gusman) dalam OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK tidak ada kaitannya dengan kewenangan lembaga DPD,” ujarnya.

Karena itu, tindakan hukum oleh KPK tidak akan mempengaruhi pelaksanaan tugas DPD. “Kami akan tetap menjalankan kewajiban baik secara kelembagaan maupun perseorangan sebagaimana mestinya,” tutur Farouk.

Dia menghimbau kepada semua pihak, khususnya para elit untuk menjaga asas praduga tak bersalah dan tidak mengaitkan tindakan terhadap perseorangan anggota tersebut dengan keberadaan dan peranan lembaga DPD.

“Serta, mengharapkan tidak terjadi trial by the press dengan menjunjung proses hukum yang berlaku,” tegas senator asal Bima itu.

Dengan adanya hal ini, lanjut Farouk, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan atas kasus tersebut kepada KPK. Tentunya dengan melaksanakan proses penanganan hukum secara professional.

Tak ketinggalan dia menyampaikan, pimpinan dan segenap anggota DPD RI merasa prihatin atas kejadian tersebut.

Sebelumnya, Jumat (16/9) malam, KPK menangkap Irman bersama Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi, serta adiknya Willy Sutanto.

Ketiganya tengah berkunjung ke rumah dinas Irman di Jalan Denpasar, Jakarta. Setelah transaksi suap berlangsung antara Irman dengan Xaveriandy dan Memi, KPK menangkap Irman dan pasangan suami-istri itu di halaman rumah.

“Kemudian sekitar pukul 1 malam, tim membawa Ibu MMI, XSS, WS dan IG ke KPK,” papar Ketua KPK Agus Rahardjo.

Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam, KPK menetapkan Irman, Xaveriandy, dan Memi sebagai tersangka. Dari tangan Irman, KPK menyita uang sebesar Rp 100 juta.

Sementara adik Xaveriandy bernama Willy Sutanto dilepaskan oleh penyidik KPK.

Diduga, suap diberikan kepada Irman terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog kepada CV Semesta Berjaya pada 2016 di Sumatera Barat. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top