Yunita Maulidia, Pemilik Berat Badan 129 Kg Kini Turun 7 Kg – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Yunita Maulidia, Pemilik Berat Badan 129 Kg Kini Turun 7 Kg

yunita-maulidia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kondisi Yunita Maulidia semakin membaik. Meski masih dirawat di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) RSUD Sidoarjo, dara 16 tahun itu tidak mengeluh sakit. Bahkan, berat badan Yunita turun 7 kilogram dari bobot sebelumnya, yakni 129 kilogram.

Perkembangan tersebut diketahui setelah tim medis RSUD Sidoarjo berhasil merayu Yunita untuk ditimbang kemarin (17/9). Yunita mau turun dari ranjang ICCU dan berdiri di atas timbangan. Hasilnya, bobot putri pasangan Tumiyatun dan Padi itu kini mencapai 122 kilogram. Jumat (16/9) tim medis memang sempat kewalahan. Sebab, Yunita menolak ditimbang.

Saat ditemui Jawa Pos, Yunita terlihat bahagia. Dia senang dan lega saat mengetahui berat badannya turun 7 kilogram. Selama dirawat di ICCU, Yunita sangat patuh dengan aturan rumah sakit. Termasuk meminum obat dan mengikuti pengaturan pola makan yang diberikan ahli gizi.

’’Wes ditimbang. Seneng. (Sudah ditimbang. Senang, Red),’’ ujarnya, lantas tersenyum lebar.

Yunita mengaku tidak lagi merasakan sesak. Dia mulai terbiasa dengan diet yang kini dijalani. Yakni, tiga kali makan dalam sehari dengan porsi 100 gram nasi setiap sekali makan. Selain itu, dia memperbanyak konsumsi serat dan protein. Camilan tetap diberikan dua kali sehari, tapi berupa buah.

’’Tidak sakit. Iki lho mandeg (Ini lho berhenti),’’ celetuk Yunita sambil menunjukkan tangan kanannya yang masih dipasang slang infus. Dia mengira, air infus tersebut tidak mengalir.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Sidoarjo dr Sany Rahmawansa menyatakan, kondisi Yunita membaik dari hari ke hari. Tim dokter spesialis jantung menyimpulkan bahwa sangat mungkin kondisi jantung Yunita baik. Rencananya, anak sulung di antara dua bersaudara tersebut bisa dirawat jalan melalui poliklinik. ’’Melihat kondisi Yunita yang semakin membaik, evaluasi bisa dilakukan sambil rawat jalan,’’ paparnya.

Saat ini pihaknya akan mendiskusikan untuk melakukancomputed tomography angiography (CTA) terhadap Yunita. Tujuannya, mengetahui ada atau tidak penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru. ’’Kami akan kembali berunding untuk perawatan jantung Yunita. Sekarang belum diputuskan kapan pelaksanaan CTA. Yang jelas belum hari ini,’’ jelasnya.

Dia menuturkan, pihaknya akan merujuk Yunita kepada tim rehab dan psikiatri RSUD Sidoarjo untuk menindaklanjuti penyembuhan. Menurut Sany, banyak tim yang perlu dilibatkan untuk menangani pasien seperti Yunita. Salah satunya adalah psikiatri yang membantu memberikansupport penyembuhan terhadap pasien. ’’Sekarang kondisi jantung pasien baik. Tinggal pemulihan saja,’’ katanya.

Saat kali pertama datang ke RSUD Sidoarjo pada 3 September lalu, Yunita menuju poli penyakit dalam. Menurut dokter spesialis penyakit dalam RSUD Sidoarjo dr Puguh Widagdo, Yunita mengalami obesitas sejak kecil. Sangat mungkin obesitas tersebut bersifat primer. Penyebabnya adalah pola asuh orang tua terhadap pengaturan makan yang terlalu banyak mengonsumsi kalori. ’’Konsumsi karbohidrat Yunita berlebihan,’’ ungkapnya.

Saat ini penanganan Yunita melibatkan ahli dari berbagai latar belakang. Selain dokter spesialis penyakit dalam, ada dokter spesialis jantung, ahli gizi, rehab, dan psikiatri. Memang dibutuhkan pemantauan yang superketat untuk menangani Yunita. ’’Empat hari dirawat di ICCU, kondisinya semakin bagus,’’ terangnya.

Puguh menjelaskan, sebelumnya, Yunita datang karena ada infeksi. Jumlah leukosit (sel darah putih) tinggi. Yakni, mencapai 16.000 sel/mm3. Padahal, jumlah leukosit normal pada anak adalah 5.000–15.500 sel/mm3. Dengan perawatan intensif setiap hari, jumlah leukosit Yunita turun menjadi 13.000 sel/mm3. ’’Kami memberikan pengobatan antibiotik empiris di sini,’’ paparnya.

Penurunan berat badan Yunita hingga 7 kilogram tentu bukan hanya dampak obat. Melainkan juga peran ahli gizi yang mengelola pola makan Yunita secara ketat. Kini dara kelahiran 14 Juni 2000 asal Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, itu bisa segera dipindah ke ruang rawat inap yang lebih nyaman.

’’Kenyamanan sangat penting untuk menyembuhkan Yunita. Dibutuhkan kebersamaan dengan orang tua. Tapi, kapan mulai dipindahkan? Menunggu keputusan tim,’’ jelasnya.

Meski begitu, lanjut dia, berdasar hasil pemeriksaan yang terbaru, hormon tiroid Yunita meningkat. Normalnya adalah 0,27–4,2. Namun, Yunita mencapai 9,11. Artinya, ada gangguan hormonal dari kegemukan Yunita. Karena itu, hasil tersebut akan ditindaklanjuti di RSUD dr Soetomo. ’’Diperlukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Kami lakukan pemeriksaan sesuai dengan kemampuan rumah sakit. Selebihnya bisa diperdalam di RSUD dr Soetomo,’’ tandasnya. (ayu/c16/pri)

loading...
Click to comment
To Top