Azikin Solthan: Kesertaan Valina Singka dalam Timsel Cerminkan Ketidaknetralan  – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Azikin Solthan: Kesertaan Valina Singka dalam Timsel Cerminkan Ketidaknetralan 

azikin-solthan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo telah mengesahkan Panitia Seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2017-2022, lewat Surat Keputusan Presiden Nomor 98/P Tahun 2016 per tanggal 2 September 2016.

Anggota pansel terdiri dari 11 anggota yang merangkap Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris. Mereka adalah; Saldi Isra (Ketua), Ramlan Surbakti (Wakil Ketua), Soedarmo (Sekretaris) dan anggotanya adalah; Widodo Ekatjahjana, Valina Singka Subekti, Hamdi Muluk, Nicolaus Teguh Budi Harjanto, Erwan Agus Purwanto, Harjono, Betti Alisjahbana dan Komaruddin Hidayat.

Munculnya nama Valina Singka Subekti, mematik kontroversi. Soalnya, Valina masih tercatat sebagai anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Penunjukkan Valina dinilai melanggar Pasal 12 ayat 3 dan Ketentuan Umum pasal 1 ayat 22 UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelengara Pemilu.

Terkait kontroversi tersebut, Betti Alisjahbana, yang juga rekan Valina di Tim Pansel tersebut kolega Valina membantahnya.

Menurutnya, jabatan yang dipangku oleh Valina tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu. Karena dalam undang-undang tidak ada kriteria penetapan ang­gota timsel.

Lebih jauh, Betti menjelaskan, undang-undang menyatakan Anggota Pansel berasal dari unsur pemerintah dan masyarakat, tapi kan dalam undang-undang tersebut juga tidak ada larangan bagi anggota DKPP untuk menjadi tim seleksi. Artinya pengangkatan beliau sah-sah saja.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azikin Solthan menjelaskan, mengenai data penyelenggara pemilu bisa diminta secara kelembagaan kepada DKPP. Sehingga tidak musti secara personal Valina masuk kedalam timsel

Selanjutnya, secara personal Valina Singka Subekti memiliki kedekatan dengan penyelenggara pemilu. Selain karena tugasnya di DKPP yang mengharuskan interaksi dengan seluruh jajaran pennyelenggara pemilu, juga keanggotaan DKPP saat ini ada unsur anggota KPU n Bawaslu.

Apalagi, dengan posisi saat ini sebagai anggota DKPP menjadikan Valina Singka tidak netral terhadap calon yg berasal dari Bawaslu dan jajarnya. Karena Sekretariat DKPP juga melekat dengan Sekretariat Bawaslu sehingga secara kelembagaan tidak netral dengam para kandidat.

Artinya selain persoalan hukum, pengangkatan Valina Singka sebagai pansel juga melahirkan persoalan etis dan keadilan bagi para calon Penyelenggara Pemilu yang berasal dari petahana dan bukan petahana.

“Seorang Valina Singka Subekti menjadi cerminan kondisi Pemilu 2019. Berangkat dari Pansel yang melanggar ketentuan UU dan permasalahan etik serta keadilan akan membuat Pemilu serentak pileg dan Pilpres 2019 menjadi terancam integritasnya,” sebutnya. (idr/fmc)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top