Kasus Marisa Haque Vs Feni Rose, Tayangan Rumpi No Secret Sudah 3 Kali Disanksi KPI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Kasus Marisa Haque Vs Feni Rose, Tayangan Rumpi No Secret Sudah 3 Kali Disanksi KPI

feni-rose

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Mantan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Azimah Subagijo angkat bicara terkait keberatan Marisa Haque terhadap tayangan salahsatu program televisi, Rumpi No Secret edisi 16 September 2016.

Menurut Azimah keberatan dari Marisa Haque terhadap isi tayangan itu adalah hal yang wajar. Tinggal bagaimana KPI dapat menganalisis copy siar program yang dimaksud.

Kemudian, lanjut Azimah, KPI bisa melakukan mediasi antar para pihak yang berperkara untuk mencari jalan keluarnya dan persoalan ini dapat diselesaikan serta ke depan dapat diantisipasi untuk tidak terjadi lagi.

“Televisi menggunakan ranah publik bernama frekuensi. Jadi, bila ada anggota masyarakat yang keberatan terhadap suatu program siaran yang ditayangkan oleh televisi, menurut saya ini hal yang wajar,” ujar Azimah pada Fajar.co.id, Senin (19/9).

Azimah juga menyarankan kepada Marisa Haque, agar menghubungi KPI dan meminta untuk memediasi persoalan ini dengan pihak Trans TV. Tujuannya agar diperoleh titik temu sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dan ke depan tidak terulang lagi.

Lebih jauh Azimah yang juga aktivis Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP) ini menjelaskan, bahwa dalam menyiarkan program-programnya, televisi hendaknya mengacu kepada panduan yang sudah ditetapkan oleh KPI.

Panduan itu adalah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Apalagi untuk program yang bersifat Live, mekanisme swa sensor oleh pengelola televisi harus lebih ketat.

Hal ini karena program Live langsung tayang dan tersebar ke masyarakat (tidak ada proses editing) sehingga besar kemungkinan menimbulkan protes atau keberatan dari masyarakat apabila ada muatan yang bermasalah.

Berdasarkan catatan KPI pusat (sumber: www.kpi.go.id), program Rumpi No Secret yang dipandu oleh Feni Rose pada tahun 2015 sempat memperoleh 3 kali sanksi dari KPI Pusat.

Yaitu teguran tertulis pertama tanggal 6 februari 2015 atas program Siaran Rumpi No Secret yang ditayangkan oleh Trans TV pada tanggal 27 Januari 2015 mulai pukul 15.19 WIB.

Teguran tertulis kedua pada tanggal 25 Maret 2015 atas program Siaran Rumpi No Secret yang ditayangkan oleh Trans TV pada tanggal 5 Maret 2015 mulai pukul 16.19 WIB dan penghentian sementara pada 25 Agustus 2015 atas program siaran Rumpi No Secret tanggal 9 Juni 2015 mulai pukul 15.24 WIB dan tanggal 4 Agustus 2015 mulai pukul 17.12 WIB.

Sanksi ini, menurut Azimah, dikeluarkan oleh KPI Pusat pada waktu itu, karena KPI Pusat menilai muatan permasalahan kehidupan pribadi (privasi) seseorang tidak boleh disiarkan.
Karena dapat mendorong berbagai pihak yang terlibat dalam konflik untuk mengungkapkan aib masing-masing.

“Jenis Pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan tentang penghormatan hak privasi, perlindungan anak-anak dan remaja serta penggolongan program siaran,” ujarnya.

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top