Lho.. Kok Atlet Gantole Bisa Hilang? Humas Kantor SAR Jelaskan Begini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Lho.. Kok Atlet Gantole Bisa Hilang? Humas Kantor SAR Jelaskan Begini

pon

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Salah satu atlet gantole asal Sumatera Barat, Rizalul Fatoni sempat hilang saat bertanding di Batudua, Cisitu, Kabupaten Sumedang, Minggu (18/9). Ia dihempas cuaca buruk hingga tak diketahui nasibnya.

Dalam keterangan Humas Kantor SAR bandung Joshua Banjarnahor mengatakan, saat itu cuaca berubah buruk dengan tiba-tiba sekitar 14.30 wib siang tadi.

Rizalul, lanjutnya, sempat membuka payung cadangan dan terbawa hempasan angin yang membawanya hingga ke Limbangan.

Setelah melakukan usaha pencarian hingga beberapa jam, sang atlet malang itu pun bisa ditemukan oleh seorang tukang ojek beranama Dadang yang kebetulan melintas sekitar pukul 17.00 wib.

Posisi Rizalul sendiri saat itu ditemukan tukang ojek di semak-semak di Desa Bangbayang, Situraja, Kabupaten Sumedang.

Ia kemudian dibawa tukang ojek ke SPBU Loji, Situraja yang berjarak 12 km dari lokasi semula ia ditemukan. Selanjutnya, rekan sesama atlet pun langsung membawa Rizalul ke klinik terdekat untuk diperiksa kesehatannya.

“Tim kontingen sempat menghubungi telepon genggam Rizalul dan sempat ada kontak selama empat detik. Dari situlah kami yakin Rizalul masih hidup,” ujar Joshua dilansir laman pon-peparnas2016jabar.go.id.

BACA:  Wakil Sulsel Dipilih Berdasarkan Ranking Teratas

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV 2016, Ahmad Heryawan yakin bahwa panitia sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk dan memiliki kemampuan untuk membaca situasi dalam cabor aerosport itu.

“Saya yakin ini awalnya cuaca baik untuk bertanding namun kemudian di tengah-tengah terjadi perubahan,” kata Aher seusai mengunjungi venue Aeromodelling di Lapangan Udara Sulaeman, Kabupaten Bandung, Minggu (18/9/2016).

Untuk itu, pihaknya pun melakukan langkah-langkah tindakan antisipatif agar hal tersebut tak terulang lagi. Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan pihak terkait utuk cabor yang tergolong memiliki risiko tinggi seperti paralayang, gantole, terjun payung dan sepeda downhill.

Apabila nantinya cuaca tidak memungkinkan kala pertandingan berlangsung, ia pun berjanji akan lebih memilih keselamatan atlet dan membatalkan pertandingan dimaksud.

“Kalau cuaca tidak memungkinkan, lebih baik pertandingan ditunda biar selamat,” tutupnya. (ruh/pj1)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top