MAKIN PANAS! Protes Serangan AS, Rusia Siap Bombardir Sejumlah Titik di Syiria – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Internasional

MAKIN PANAS! Protes Serangan AS, Rusia Siap Bombardir Sejumlah Titik di Syiria

suriah

FAJAR.CO.ID- Gencatan senjata tak akan bertahan lebih lama di Syria. Di ujung masa gencatan tahap kedua, pasukan koalisi yang didukung Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara Sabtu waktu setempat (17/9). Dalam hitungan jam, tentara Presiden Syria Bashar al-Assad yang disokong Rusia ganti menggempur kantong oposisi dan merebut dua area yang sempat jatuh ke militan ISIS.

”Militer Syria kembali ke pertempuran,” terang sumber militer Damaskus kepada media. Hal itu menjadi sinyal kuat buyarnya gencatan senjata yang sejak awal diprediksi memang tidak bertahan tersebut. Kendati demikian, secara resmi, Rusia dan AS belum mencabut komitmen mereka untuk tetap tidak saling serang. Khususnya di kawasan yang dikuasai oposisi.

Sebagaimana gencatan senjata yang lalu, kali ini AS dan Rusia tidak menabukan kontak senjata di kantong-kantong militan ISIS dan Fateh al-Sham Front (dulu Al Nusra Front) yang berikrar setia kepada Al Qaeda. Namun, lantaran gencatan senjata berlaku nasional dengan syarat utama meniadakan serangan di wilayah oposisi, pasukan Syria maupun koalisi tidak bisa seenaknya menyerang.

Gencatan senjata tahap kedua berakhir pada Jumat malam waktu setempat (16/9). Sedianya, AS dan Rusia langsung memperpanjang ke gencatan senjata tahap ketiga selama 72 jam. Namun, belum sampai gencatan senjata tahap ketiga dideklarasikan, koalisi lebih dulu bikin gara-gara. Di bawah komando AS, pasukan koalisi menyerang pangkalan militer Syria di Kota Deir Ezzor dengan mengerahkan empat jet tempur.

Serangan di ibu kota Provinsi Deir Ezzor tersebut menewaskan sedikitnya 62 serdadu Syria. Lembaga independen Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menyebutkan, serdadu yang tewas dalam serangan tersebut mencapai 80. Saat Moskow mengecam serangan itu, Washington belum bisa memberikan konfirmasi. Sebab, mereka yakin bahwa koalisi tidak menyerang pangkalan militer Syria, melainkan sarang ISIS.

Namun, tak lama setelah komplain Rusia, AS memberikan keterangan resmi. Mereka menyatakan bahwa koalisi mungkin memang salah sasaran. Sebab, pangkalan militer Syria tersebut memang berada di wilayah ISIS dan dikepung militan-militan radikal sempalan Al Qaeda itu. ”Pasukan koalisi yakin bahwa target serangan mereka adalah sarang Daesh (sebutan ISIS dalam bahasa Arab, Red),” terang Jubir Pentagon.

Ketika serangan tersebut ternyata justru membumihanguskan pangkalan militer Syria, koalisi langsung menghentikan aksi mereka. Terutama setelah Moskow memprotes Washington. ”Koalisi menghentikan aksi udara begitu mendengar informasi tentang salah sasaran dari para pejabat militer Rusia,” lanjut Jubir itu. Kini Washington menyelidiki insiden yang membuat Kremlin berang tersebut.

Bersamaan dengan konfirmasi AS, Rusia mengadukan insiden tersebut kepada PBB. Bahkan, Moskow meminta Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar pertemuan darurat untuk membahas pelanggaran serius AS terhadap gencatan senjata Syria itu. Tapi, Washington buru-buru menepis usul Rusia dengan dalih insiden tersebut merupakan sesuatu yang tidak disengaja.

”Jika banyak personel militer Syria yang menjadi korban dalam insiden salah sasaran tersebut, kami menyesal. Itu bukan tujuan kami. Kami jelas ikut berduka dan prihatin atas jatuhnya korban jiwa,” ungkap Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power. Tapi, Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin tidak terima. Dia menuding bahwa AS sengaja cari gara-gara agar gencatan senjata tak bertahan lama.

Jika Rusia membawa insiden di Deir Ezzor tersebut ke PBB, Syria punya cara lain yang lebih ekstrem. Yakni, membalas. Dalam hitungan jam setelah koalisi menyerang pangkalan militer Syria, pasukan Assad melancarkan aksi udara. ”Militer kembali merebut Jabal Therdeh dengan bantuan Rusia. Bandara dan jalan utama Deir Ezzor-Mayadeen juga kami kuasai,” terang militer Syria.

Dalam keterangannya, militer Syria menyebutkan bahwa serangan balasan itu bukan balasan terhadap koalisi. Melainkan balasan terhadap ISIS yang melancarkan serangan membabi-buta setelah aksi udara AS di Deir Ezzor. Hingga kemarin (18/9), pasukan koalisi dan pasukan Syria serta ISIS sama-sama aktif melancarkan serangan. ”Syria semakin parah,” tutur Jenderal Vladimir Savchenko dari militer Rusia. (AFP/Reuters/hep/c16/sof)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top