Apa Kabar Kasus Pelindo II? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Apa Kabar Kasus Pelindo II?

pelindo-ii

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dinilai lamban. Hingga kini Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri belum juga melimpahkan berkas para tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU), meski sudah mengantongi cukup alat bukti. Bahkan penyidik juga pernah menggeledah kantor Pelindo II yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selain itu, penyidik juga memeriksa lebih dari satu kali mantan Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino sebagai saksi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Budi Siswanto mengatakan, lambannya penanganan kasus ini diduga karena penyidik kurang profesional. Seharusnya kasus yang sudah terindikasi merugikan negara secepatnya dilakukan proses hukum hingga ke pengadilan.

“Segala yang terkait adanya penyimpangan terencana serta merugikan keuangan negara, maka aparat hukum jangan ragu untuk bertindak,” ujar Budi seperti dikutip dari INDOPOS, Minggu (18/9) kemarin.

Budi mengatakan, profesionalisme penyidik amat diperlukan untuk mengungkap kasus-kasus besar, tak terkecuali kasus yang diduga merugikan negara hingga puluhan miliar tersebut. Untuk itu, ia berharap penyidik dapat bekerja profesional guna memberikan efek jera bagi para pelaku.

BACA:  Pansus Harus Jelas, Jangan Sampai Kayak Main Bliar

Di samping itu juga untuk menghindari asumsi negatif masyarakat terhadap aparat penegak hukum. “Di era keterbukaan ini sudah tidak bisa ditutup-tutupi w‎alau kadang ada nuansa politis dalam berbagai kasus yang ada. Masyarakat menunggu langkah kongkrit agar kepercayaan tetap tumbuh,” ujar Budi.

Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan dua orang tersangka dari Pelindo II yakni, Ferialdy Noerlan selaku Direktur Teknik ‎dan Haryadi Budi Kuncoro selaku Manager Senior Peralatan.

Adapun kasus ini bermula ‎saat sepuluh mobile crane yang seharusnya dikirim ke delapan pelabuhan malah mangkrak di Pelindo II. Setelah diselidiki ternyata pelabuhan-pelabuhan itu tidak membutuhkan mobile crane tersebut. Oleh karenanya, penyidik menduga telah terjadi tindak pidana korupsi di balik pengadaan mobil-mobil tersebut, karena pengadaannya dianggap tak sesuai perencanaan dan diduga ada mark up anggaran.‎ Akibatnya negara dirugikan hingga Rp45,5 miliar.

Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Korupsi Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta sempat mengatakan akan melimpahkan kasus ini ke JPU, mengingat telah memasuki tahap akhir pemberkasan. (ydh/ind)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top