126 Fasilitator Se- Indonesia Ikut Pelatihan Penguatan Kapasitas PATBM di Makassar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

126 Fasilitator Se- Indonesia Ikut Pelatihan Penguatan Kapasitas PATBM di Makassar

p60921-144818

FAJAR.CO.ID MAKASSAR – Antusiasme 126 Fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota terlihat, saat mendengar arahan dari Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu.

Dalam sambutannya, Pribudiarta menyampaikan, kasus kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan. karena itu, peran aktif fasilitator, masyarakat hingga media sangat dibutuhkan.

“Data yang kami yang kami terima dari kepolisian, kasus pornografi tahun 2016 banyak menimpa anak-anak di umur 11-20 tahun.  Terakhir, eksploitasi anak laki-laki di Bogor. Ini tentu sangat mengkhawatirkan, karena itu melalui sosialisasi dan pelatihan-pelatihan kami berharap masyarakat bisa aktif melakukan tindakan pencegahan,” harap Pribudiarta, saat membuka acara di Hotel Aryaduta, Jalan Penghibur, Makassar, Rabu (21/9/2016).

Menurutnya, dari data tersebut, fakta kekerasan seksual terhadap anak laki-laki dua kali lebih besar dari pada perempuan. Kasus ini diyakini masih banyak terjadi namun belum terungkap.

“Data tersebut tentu yang berhasil diungkap polisi. Namun yang belum terungkap sangat banyak. Ini seperti fenomena gunung es, yang tersembunyi masih sangat besar,” ungkap Pribudiarta.

Olehnya itu,  pemerintah menyelenggarakan penguatan PATBM ini dan implementasinya dipadukan dengan kegiatan yang sudah ada di setiap daerah. Sehingga, makin banyak aksi untuk menekan kekerasan terhadap anak.
“Sebanyak 1.360 PATBM kita sebar di Indonesia. Untuk sementara, kita pilih dua kabupaten dari 34 provinsi di Indonesia. Di setiap kabupaten kita pilih dua desa dan menempatkan 19 PATBM di tiap desa,” ucapnya.
“Ke-126 peserta nantinya melakukan pembentukan model-model perlindungan anak agar bisa menjadi contoh. Dan diharapkan diakhir tahun 2016, program ini sudah bisa diterapkan diseluruh Indonesia untuk menjadi kebijakan Nasional,” lanjutnya.
PATBM juga nantinya diharapkan bisa melakukan dua pencegahan. Yang pertama pencegahan primer misal memberikan anak motor padahal belum punya sim. Kedua pencegahan sekunder, contohnya anak yang terpaksa bekerja, tidak tinggal dengan orang tuanya maka disitulah peran PATBM untuk melakukan pencegahan kekerasan terhadap anak.
Pelatihan tersebut bekerjasama dengan Deputi Perlindungan Anak dan Perempuan, Kementrian Bidang Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang hadir sebagai pemateri. Pelatihan penguatan kapasitas PATBM . (fajar.co.id)

loading...
Click to comment
To Top