BEJAT! Oknum PNS Palopo Perkosa dan Kubur Hidup-hidup Bawahannya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

BEJAT! Oknum PNS Palopo Perkosa dan Kubur Hidup-hidup Bawahannya

ilus-perkosaan

FAJAR.CO.ID, Bejat! kata yang tepat untuk menggambarkan perlakuan seorang PNS Pejabat Esalon IV di pemerintahan Kota Plopo ini. Pria bernisial KD ini tega memperkosa WI (18) yang merupakan pegawai Honorer dikantornya. Bukan saja itu, Pelaku juga mengubur korban hidup-hidup usai melampiaskan syahwatnya.

Perbuatan tak beradap ini terbongakr setelah korban melaporkannya di Polres Palopo pada Rabu (21/9/2016). Di hadapan polisi, WI mengaku diperkosa di rumah KD. WI juga mengaku dibuang ke dalam lubang beton bekas kolam renang sedalam dua meter.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan, antara KD dan wanita WI masih bertalian keluarga. KD bahkan sering menjemput WI untuk berangkat ke kantor dengan berboncengan sepeda motor.

Terakhir, pada Selasa (20/9), WI mendatangi rumah KD di Komplek Perumahan Almarjan, Kelurahan Songka. Tak lama setelah tiba, KD memeluk WI dari belakang. Korban melakukan perlawanan, namun pelaku menyumbat mulut korban dengan kain. Karena terus merontak, pelaku akhirnya memukul leher, hingga mengakibatkan korban pingsan.

Saat itulah, KD dilaporkan mencabuli korban. Tidak sampai disitu, WI yang dalam kondisi pingsan dibuang ke dalam bangker. Selanjutnya, KD mengecor bagian atas bangker. Sejam kemudian korban sadarkan diri. Sekitar pukul 16.00 Wita, korban WI baru bisa keluar dari bangker dan dilihat oleh istri KD.

WI yang berhasil lolos dari percobaan pembunuhan itu langsung melapor Mapolres Palopo. Di depan polisi, WI menceritakam kisah miris yang menimpanya. Usai menerima laporan, polisi langsung melakukan pengembangan.

“Saya tidak menyangka kalau pelaku mencabuli dan memasukkan saya ke dalam lubang beton,” kata WI.

Sementara itu, Wakapolres Palopo Kompol Woro Susilo yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Korban WI datang melaporkan kejadian yang menimpa dirinya.

Menurut Woro, pria KD sempat diuber sampai ke rumahnya namun tidak ditemukan. Tak lama kemudian KD datang datang menyerahkan diri ke Polres Palopo, Rabu (21/9).

KD di depan polisi membantan telah melakukan pemerkosaan. Namun KD tidak menampik kalau melakukan percobaan pemerkosaan. “Terlapor tidak mengakui kalau melakukan pemerkosaan. Untuk membuktikan kebenaran ini, korban kami arahkan untuk divisum,” kata Woro. (ishak mappelawa/bkm)

loading...
Click to comment
To Top