Jawaban Janda Tua Ini Bikin Hakim, JPU, dan PH Geleng-geleng – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Jawaban Janda Tua Ini Bikin Hakim, JPU, dan PH Geleng-geleng

musnawati
Misnawati alias Imis, ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sampit, Senin (19/9). (NAKO/KALTENG POS)

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Ingin hidup kaya, salah satu alasan Misnawati alias Imis warga Jalan DI Panjaitan eks Golden Sampit, nekat menggeluti usaha jual sabu. Apalagi, sejak suaminya meninggal tiga bulan sebelum ia diamankan pada 4 April 2016 lalu

“Saya ingin hidup seperti orang juga, hidup enak. Makanya jual sabu,” kata Imis yang tak urung membuat hakim, jaksa dan penasihat hukumnya geleng-geleng kepala mendengar keterangan santainya saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sampit, Senin (19/9).

Imis mengaku untung jual sabu memang cukup menggiurkan. Dalam sepekan, perempuan yang didampingi penasehat hukumnya, Norhajiah itu berhasil memperoleh keuntungan mencapai Rp1juta.

Perempuan yang diamankan di kediamannya di kampung narkoba itu sendiri mengaku mengambil sabu dari Siti Aminah dengan harga Rp 6,5 juta. Akan tetapi kali itu ia masih ngutang.

Menurut rencana, jika barang seberat sekitar lima gram itu habis terjual, ia akan melunasinya namun apesnya ia harus meringkuk dijeruji besi dan berhadapan dengan majelis hakim yang diketuai oleh Ega Shaktiana tersebut.

Sementara itu dalam kasus ini Aminah hanyalah saksi, hakim memerintahkan JPU Kejari Kotim Pintar Simbolon untuk bisa menghadirkannya.

”Kita tunda sidang minggu depan, panggil saksi, ini Aminah hanya saksi kalau dia terbukti nanti biar suruh polisi menangkapnya juga,” kata ketua majelis.

Sementara itu Aminah sendiri dalam berita acara pemeriksaannya membantah keterangan terdakwa, namun hakim tetap menginginkan Aminah hadir agar jelas nanti terungkap dimuka persidangan apakah memang sabu Imis dari dia atau bukan.

Imis juga sempat berbohong dengan hakim saat ditanya apakah ia pernah menggunakan sabu atau tidak. “Saya enggak menggunakan yang mulia,” ujarnya.

Namun keterangan itu akhirnya terbantah saat hakim mengecek berita acara hasil tes urinenya. Yang ternyata positif menggunakan sabu.

”Berbohong ibu ini, jelas ini positif,” kata hakim yang membuat Imis terdiam.

Meski demikian, Imis tetap saja berupaya mencari alasan menurutnya ia menyabu hanya sesekali saja jika tangan-tangannya kaku, ia harus nyedot barang haram tersebut.(prokal/fajar.co.id)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top