Krishna Murti Diduga Lakukan Penganiayaan, Propam Polri Periksa Dua Wanita Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Krishna Murti Diduga Lakukan Penganiayaan, Propam Polri Periksa Dua Wanita Ini

Kombes Krishna Murti

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri saat ini sedang mengusut kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti. Divpropam bahkan sudah memeriksa dua perempuan berinisial AW dan NW.

AW disebut-sebut sebagai korban penganiayaan yang dilakukan Krishna. Sedangkan NW dikabarkan sebagai teman dekat Krishna. Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli, Divpropam sudah memeriksa AW maupun NW. Pemeriksaan itu dalam rangka mengumpulkan informasi terkait isu Krishna menganiaya AW serta hubungannya dengan NW.

“Propam sifatnya mengumpulkan. Termasuk dari NW nanti dilihat bagaimana kesimpulannya. Kita berikan kesempatan Propam. Saya belum bisa pastikan,” ujar Boy di Mabes Polri, Rabu (21/9).

Menurutnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah menginstruksikan agar kasus dugaan penganiayaan itu diklarifikasi. “Yang pasti Propam menjalankan instruksi Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) mengklarifikasi dan mencari tahu,” kata Boy.

Lebih lanjut Boy mengatakan, Divpropam sudah memanggil NW untuk mendalami dugaan tentang hubungan dekatnya dengan Krishna. Namun, lagi-lagi Boy menolak menjelaskan hasil pemanggilan NW. “Penjelasan NW seperti apa dan terkait apa, nanti didapati sebuah kesimpulan,” ujar Boy.

Sementara untuk AW, Boy mengaku belum mendapatkan informasi terkini tentang hasil pemeriksaan Divpropam. Boy baru mengetahui bahwa AW sudah mengadakan klarifikasi terbuka di media massa.

“Ya Alice Wara (AW, red) saya belum dapat informasi. Tapi kalau diambil keterangan ya bisa jadi dalam konteks mencari bahan keterangan berkaitan dengan adanya isu bahwa ada semacam dugaan pemukulan begitu. J‎adi proses penyelidikan jalan dalam mencari bahan keterangan dan fakta yang berkaitan dengan masalah itu,” terang Boy.

Lantas, kapan Divpropam memeriksa Krishna? Boy belum bisa memastikannya. Sebab, Divpropam masih mengumpulkan informasi terlebih dulu.

“Kan itu berita dari online. Jadi masih mengumpulkan bahan keterangan di seputar itu dulu.‎ Kemudian pihak-pihak lain yang mengetahui berkaitan hal itu. Ini lebih untuk lebih kepada objektifitas apa yang sebenarnya terjadi,” terang Boy.

Namun, Boy memastikan Divpropam sudah meningkatkan pengusutan kasus Krishna dari pemeriksaan ke penyelidikan. Hanya saja Boy masih belum bisa blakblakan. “Kita juga tidak bisa langsung men-judge ini pasti sebuah kebenaran kalau tidak didukung fakta jelas. Kasihan pihak-pihak terkait tanpa ada fakta, hanya sekedar isu,” tegas Boy. (mg4/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top