Dukun Cabul, Modus Dapat Bisikan Gaib, Nekat Garap Istri Orang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Dukun Cabul, Modus Dapat Bisikan Gaib, Nekat Garap Istri Orang

cabull

FAJAR.CO.ID, Anggota Polsek Kediri, Tabanan, Bali berhasil meringkus seorang dukun cabul Senin (19/9) lalu. Dia adalah I Wayan Sangka, 43, yang diduga nekat menyetubuhi pasiennya, DAWC, 23. Dari hasil interogasi, duda tanpa anak warga Banjar Senapahan Kangin, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan tersebut nekat menyetubuhi perempuan yang masih berstatus istri orang karena bisikan gaib.

Kapolsek Kediri Kompol I Putu Suprama, kemarin (21/9) menjelaskan, menurut pengakuan tersangka, dirinya memang bisa mengobati penyakit niskala karena selama ini sering mendapatkan bisikan gaib.

“Tersangka mengaku bisa mengobati pasiennya karena bisikan gaib,” ujarnya. Karena bisikan gaib jua, pria pengangguran tersebut kemudian menyetubuhi DAWC, 23, di rumah ibu korban pada Jumat (15/9) lalu.

52663_71487_dukun-cabul-bali

 

Menurut tersangka, sebelum kejadian tersebut korban dan tersangka sudah saling kenal. Pertemuan pertama terjadi di rumah sakit yang dikenalkan oleh seorang pria bernama Pak Yan.

“Pak Yan ini merupakan teman tersangka dan juga korban, dari Pak Yan inilah korban tahu jika tersangka bisa mengobati,” lanjut Kompol Suprama.

Ditambahkannya, saat itu korban yang memang sedang mengalami masalah rumah tangga percaya dengan hasil terawang dari tersangka yang mengatakan jika dirinya sedang dalam masalah sehingga harus menjalani pengobatan.

Sesaat sebelum kejadian, meskipun korban sempat curiga dengan cara pengobatan tersangka, namun korban tidak bisa menolak saat dipaksa untuk bersetubuh. Sebab, tersangka mengancam akan menyakiti dirinya beserta anak korban yang baru berumur enam bulan.

“Korban dan anaknya diancam akan disakiti, sehingga terpaksa melayani tersangka,” sambung Kompol Suprama.

Untuk sementara, belum ditemukan adanya indikasi korban lain dalam modus kejahatan dukun cabul tersebut.

Namun, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi korban tersangka untuk segera melapor ke polisi.

Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya didalam jeruji besi dan dikenai pasal 285 KUHP tentang pencabulan dengan kekerasan dan ancaman dengan hukuman 12 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka mengaku melakukan tindakan bejatnya secara spontan atas bisikan yang ia terima dan tidak direncanakanya. “Ada bisikan saja,” ujarnya singkat. (ras/mus)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top