Ini Kronologi Kasus Pemerkosaan di Palopo, Korban Dipukul, Digituin, Kemudian Dicor dalam Lubang Beton – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Ini Kronologi Kasus Pemerkosaan di Palopo, Korban Dipukul, Digituin, Kemudian Dicor dalam Lubang Beton

perkosa
sumber foto: google images

FAJAR.CO.ID, PALOPO — Staf honorer dinas kebersihan Palopo lolos dari maut. Selama delapan jam disekap di sebuah ruang sempit, gadis berusia 19 tahun berhasil diselamatkan oleh istri oknum pejabat itu sendiri. Tubuh korban sudah pingsan saat disekap ke ruangan gelap yang tingginya 2 meter.

Peristiwa ini cukup heboh. Warga Kelurahan Songka yang tinggal di perumahan Al Marjan tidak menyangka kalau tetangga yang menghuni blok B, Nomor 2, tega menghilangkan jejak dengan cara membuang korbannya ke galian untuk persiapan pembuangan kotoran. Beruntung, gadis berkerudung ini masih bisa tertolong dan menghirup udara segar.

Kasus ini terjadi pada Selasa 20 September 2016. Kemarin, korban baru melaporkan kasus ini ke kantor polisi. Begitu menerima laporakan korban, polisi langsung bergerak cepat. Pelaku langsung diciduk di kantornya, dinas kebersihan, pertamanan, dan pemakaman, Rabu 21 September 2016. Ia digelandang ke polres Palopo lengkap dengan baju dinas untuk menjalani pemeriksaan.

Kasus dugaan pencabulan dan percobaan pembunuhan ini terjadi pada Selasa 20 September. Pukul 08:00 Wita.

Pelakunya bernama Abdul Kadir, 45 tahun, salah seorang oknum pejabat di dinas kebersihan, pertamanan, dan pemakaman. Ia tercatat sebagai kepala seksi pemakaman.

Sedangkan korbannya bernama Widya Astuti. Ia tinggal di Jalan Cakalang, Kelurahan Surutanga, Kecamatan Wara Timur. Pelaku dan korban masih keluarga dekat. Korban masih ponakan dari pelaku.

Awalnya, korban mendatangi rumah pelaku pukul 7:30 Wita. Saat korban tiba di rumah. Entah setan apa yang merasuki Abdul Kadir, ia langsung main tangan. Bukan memukul. Ia mulai merabah bagian sensitif korban.

Kaget melihat perlakuan sang paman. Korban langsung melakukan perlawanan. Namun, pelaku langsung menyumbat mulut korban dengan kain. Saat mulut ditutup, korban langsung dipukul pada bagian leher hingga tidak berdaya. Bahkan, korban sampai tidak sadarkan diri. Akhirnya tubuh korban dibawa ke bagian dapur dalam keadaan pingsan.

Setelah disekap di dapur. Korban lalu sadar dan dibawa ke tempat pembuangan kotoran. Letaknya masih dalam bangunan rumah. Posisinya di bagian belakang rumah. Korban kembali tidak sadar. Setelah korban sadar. Istri pelaku Daeng Baji menemukan korban sekitar pukul 16:00 Wita. Namun, pelaku sudah tidak ada di lokasi kejadian. Korban mengalami luka memar pada bibir sebelak kiri, luka di leher bagian belakang. Korban mengalami trauma atas peristiwa ini.

Kapolres Kota Palopo, AKBP Dudung Adjiono, melalui Kasat Reskrimnya, AKP Awaluddin, membenarkan korban Widiastuti telah melaporkan kasus pejabat disberkam ke Polres Palopo. ”Kita sudah menangkap pelaku dan menahan dalam sel,” ujarnya.

Menurut Dudung, korban bersama keluarga telah melaporkan kasus ini. Kasus ini telah ditangani Polres Palopo.
”Pelaku ditangkap di kantor disberkam dan masih menggunakan baju dinas,” paparnya. Saat ini pejabat disberkam ini telah menjadi tersangka. Tersangka diancam pasal berlapis. Dimana diancam pasal 285 KUHP tentang pencabulan dan pasal 351 tentang upaya pembunuhan.

Dikatakan, korban ke rumah atasannya dengan maksud untuk bersama-sama masuk kerja. Sesampainya di sana korban duduk. Pelaku keluar dari dalam rumah dengan memegang selimut warna pink. Si korban duduk di ruang tamu dengan menghadap ke dapur. Korban mengira pelaku mau pergi jemur selimut. Ia terus keluar.

Dari luar itulah, korban lalu disekap dengan menggunkan selimut dengan membungkus kepala korban dan korban berteriak. ”Mauki apa pak,” teriak korban. Mendengar hal itu, pelaku menjawab, “Mauka peristrikanko”. Pelaku lalu menarik korban ke ruang tamu sembari menodongkan sebilah parang di leher korban dan pelaku mengeluarkan nada ancaman. ”Janganko ribut kalau bertriakko satikamko,” ujarnya.

BACA:  Kakek Bejat, Bejat! Anak Didik Dicabuli

Korban terus dibawa ke depan televisi yang ada kasur. Pada saat di depan televisi, pelaku berusaha membuka pakaian korban. Korban masih melawan. Pelaku ditendang hingga terlempar. Emosi pelaku mencuat. Korban dipukul hingga korban pingsan. Tapi, korban masih belum pingsan hingga korban masih bisa merasakan pelaku memasukan jarinya. Setelah itu, sudah tidak sadar.

Setelah korban sadar, ia merasa sudah berada di tempat lain. Gelap sekali. Ruangan gelap dan tertutup. Tingginya diperkirakan 2 meter, luas 1,5 meter dan tidak ada akses masuk.

Di dalam ruangan yang gelap itu, korban disekap mulai pukul 08:00 Wita. Sorenya korban berusaha untuk keluar dan istri pelaku sudah ada di rumah pada saat itu. Istri pelaku mendengar korban. Korban mengelaurkan tangannya sedikit melalui lubang kecil dan istri pelaku curiga. Ia lalu mengecek. Alangkah kagetnya istri pelaku. Ternyata di tempat itu korban. Maka, istrinya memanggil tukang ojek untuk membantu korban keluar dengan cara menumbuk tembok yang dicor oleh pelaku.

Menurut kasat, pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga. Nenek korban dalam konfrensi persnya, malam tadi, Abdul Kadir sepupu satu kali. Pelaku dan korban adalah orang Makassar.

Proses penyidikan masih berlanjut hingga malam tadi. Pelaku diperiksa di ruang tertutup dan jauh dari akses wartawan.
Kasat reskrim mengaku masih mendalami kasus ini. Apakah kasus ini motifnya melakukan pemerkosaan atau juga percobaan pembunuhan. ”Itu yang sementara ini kami dalami. Karena korban juga sementara belum dipersiksa secara mendetail. Kemudian juga pelaku saat memberikan keterangan belum tentu itu keterangan yang sejujur-jujurnya,” paparnya.

Untuk lebih lanjut, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan secara detail kepada korban dan juga pelaku. Serta akan mencocokkan keterangan pelaku dan korban dari hasil identifikasi keduanya dan juga hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Jadi kita tunggu saja perkembangan berikutnya,” katanya.

Kabid Kebersihan Disberkam Kota Palopo, Wahyuddin mengatakan selama ini Abdul Kadir dikenal cukup baik. ”Kebetulan kita tidak sama bidang, tapi satu dinas,” kata Wahyuddin. Dalam bergaul sesama pegawai cukup ramah. Makanya, dirinya sangat kaget terhadap kasus upaya pemerkosaan Abdul Kadir terhadap honorer Widya Astuti. (palopopos/fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top