Jadi Ketua Tim Pemenangan, Anggota DPRD Ini Keluar dari Golkar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Pilkada

Jadi Ketua Tim Pemenangan, Anggota DPRD Ini Keluar dari Golkar

la-ode-tariala

FAJAR.CO.ID, RAHA – La Ode Tariala, Anggota DPRD Muna Barat (Mubar) dari Fraksi Golkar menyatakan mundur dari DPRD. Sikap tegas Politisi Golkar itu muncul setelah dia terang-terangan akan mendukung mantan Pj Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada sebagai Bakal Calon (Balon) bupati.

Surat pernyataan pengunduran diri mantan Anggota DPRD Muna itu telah diserahkan ke DPD II Golkar Mubar dan Sekretariat Dewan, Rabu (21/9). “Iya saya sudah ajukan surat peryataan mengundurkan diri,” aku Tariala, Kamis (22/9).

Pria bertubuh gempal itu mengaku tak mau dikatakan pecundang di partai yang telah membesarkanya hanya karena mendukung figur balon bupati yang tidak diusung oleh partai Golkar. “Dari pada dikatakan pecundang, lebih bagus saya mengundurkan diri,” tegasnya.

Ia sendiri saat ini tengah fokus memenangkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada-Ahmad Lamani (Rahmad) yang diusung beberapa partai besar diluar dari Golkar. Ia ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan. “Dilain sisi sebagai ketua tim pemenangan, saya juga sudah ancang-ancang hijrah ke PAN,” ujarnya.

Muhamad Ridwan, Sekretaris Golkar Mubar mengakui telah menerima surat pernyataan pengunduran diri La Ode Tariala. Hanya saja, Ia tidak tahu maksud dari isi surat tersebut. “Suratnya tidak jelas, kita masih akan pelajari dulu,” katanya.

Terkait kalau benar La Ode Tariala mau mundur dari keanggotaan Golkar maupun DPRD, tidak jadi masalah. Katanya, itu hak Tariala. Lagian, selama ini, Tariala tidak aktif lagi di Golkar. Kegiatan yang sifatnya untuk membesarkan partai selalu tidak pernah melibatkan diri. “Tariala itu sudah tiga kali kami tegur secara tertulis. Tapi, teguranya tidak pernah diindahkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Mubar, La Ode Koso mengaku belum melihat surat pernyataan pengunduran diri La Ode Tariala. Kalau ada, berarti di Sekretariat Dewan. Namun, surat itu belum bisa diproses. Dewan masih menunggu keputusan dari partai Golkar. “Kami di dewan bisa memproses, ketika sudah ada surat yang masuk dari partai Golkar. Sekarang, kami tinggal menunggu saja,” ungkapnya. (m2/Fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top