Usai Dicabuli dan Dicor Hidup-hidup, Istri Pelaku Kasi Amplop: “Janganko Lapor Polisi Nah…” – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Kriminal

Usai Dicabuli dan Dicor Hidup-hidup, Istri Pelaku Kasi Amplop: “Janganko Lapor Polisi Nah…”

pencabulan-anak1

FAJAR.CO.ID, PALOPO-Di balik peristiwa mengenaskan yang menimpa honorer dinas kebersihan, pertamanan, dan pemakaran Kota Palopo, ada saja cerita yang timbul. Korban diduga diperkosa, kemudian dimasukkan ke dalam lubang beton, dan dicor hidup-hidup saat korban pingsa.

Istri pelaku Dg Baji, kemudian menemukan korban, tangannya keluar dari lubang sambil berteriak minta tolong. Sedangkan semen sudah mengering. Beberapa orang datang membantu setelah Dg Baji meminta bantuan, dengan cara menghancurkan beton tersebut supaya korban bisa keluar.

Pelaku bernama Abdul Kadir (AK) yang masih merupakan paman korban. Usai menyelamatkan korban dari ruang maut yang sempit dan kecil ini, Dg Baji, istri pelaku berupaya membujuk korban. Supaya tidak lapor polisi.

Saat diantar pulang ke rumahnya di Jalan Cakalang, korban disodori amplop yang berisikan uang. Namun, korban dengan kemarahannya membuang pemberian tersebut.

Cerita itu terjadi saat korban diantar pulang ke rumahnya. Kepada korban, istri pelaku masih sempat berkata, “janganko lapor polisi nah”. Tangannya lalu memberikan amplop yang berisi uang.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, korban mengadu kepada ibunya dan kemudian korban bersama ibunya datang ke Polres Palopo pada hari Rabu 21 September 2016. Korban sama sekali tidak curiga kepada pamannya.

Awalnya, aku korban, ia melihat pamannya menjemur selimut di pagar. Korban juga tidak mempunyai prasangka bahwa pelaku akan menyekap dia.

Tidak berapa lama kemudian, pelaku masuk rumah dan langsung menutup kepala korban. Antara percaya dan tidak, korban hanya pasrah saat pamannya menggerayangi seluruh tubuhnya.

“Saya sempat melawan. Namun, apa daya. Saya hanya ingat ketika tangannya mulai merabah-rabah,” ujar Widya Astuti, kepada wartawan, kemarin.

Cerita korban. Katanya, pelaku kemudian membuka rok dan busana bagian paling dalam. Akhirnya, korban dalam kondisi setengah telanjang. ”Saya juga diancam parang di leher,” terangnya.

Setelah itu, pelaku memukul bagian kepala hingga pingsan dan kemudian membawa korban ke tempat yang tertutup. Pelaku memasang papan lalu menutupnya dengan cor dari semen. Beruntung masih ada satu lubang. (mg4/ary)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top