Bareskrim Protes, Tes Ulang Barang Bukti Kopi Sianida – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Bareskrim Protes, Tes Ulang Barang Bukti Kopi Sianida

mirna

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Jajaran Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri diketahui melakukan uji coba es kopi Vietnam yang diminum Wayan Mirna Salihin, tadi pagi.

Bersama dengan toksikolog forensik dari Universitas Indonesia, I Made Agus Gelgel Wirasuta, mereka membeberkan reaksi sianida dalam segelas kopi itu.

Dikonfirmasi terkait aktivitas itu, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengaku tidak mengetahui  hal itu.

Kalau kegiatan itu memang ada, Dia justru mempertanyakan kepentingan pengujian  kembali barang bukti kasus dugaan pembunuhan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso itu.
Apalagi, ia menilai kasus itu kini sudah masuk ke ranah pengadilan.

“Untuk apa? Yang mengajukan siapa? Inikan  sudah disidang,” ujar Ari Dono saat dikonfirmasi, Kamis (22/9).

Menurut Ari, sampai dengan saat ini pihaknya belum mengetahui adanya kegiatan Puslabfor Bareskrim Polri yang menguji kembali kandungan sianida dalam kopi Vietnam pada Kamis (22/9) pagi tadi.

Meskipun, di setiap kegiatan Puslabfor Polri tak perlu izin dari pimpinan, dalam hal ini Kabareskrim.

Ari menjelaskan, bila pengujian terhadap suatu barang bukti atas kasus dugaan tindak pidana yang sudah masuk ke meja hijau, seharusnya ada permintaan dari pengadilan ataupun hakim.
Termasuk meminta kepada Puslabfor Bareskrim Polri, yang ditugaskan untuk melakukan pengujian itu.

“Kalau pun sekarang diuji lagi, kalau ada perintah dari pengadilan sih mungkin bisa, dari barang bukti yang ada,” ucap Ari.

Menurutnya, labfor enggak bisa bergerak kalau enggak ada yang minta. “Pasti  ada yang minta, mungkin jaksa yang minta, pengadilan yang minta,  atau hakim yang minta,” ucapnya.

Menurut Ari, pengujian barang bukti oleh Puslabfor seharusnya dilakukan ketika masih di tahap penyidikan.

Pada tahap itu, penyidik menganalisa dan menggali fakta. Baik itu secara materil dan formal, kemudian barulah berkas perkara itu dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Kalau ini terkait kasusnya mirna ya barbuknya apa di situ, dengan tersangkanya  dikirim ke Kejaksaan. Kemudian setelah itu, kegiatannya jaksa yang tanggungjawab. Mempelajari berkas perkara, membuat dakwaan, dan tuntutan,” papar  Ari.(elf/JPG)

loading...
Click to comment
To Top