Pilgub DKI Miskin Kader, Cagub Semua dari Non Partai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Pilkada

Pilgub DKI Miskin Kader, Cagub Semua dari Non Partai

ilustrasi-pilkada-serentak-ok_20150927_190053

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Akhirnya tiga pasang calon Pilkada DKI Jakarta resmi mendaftarkan diri di KPUD DKI Jakarta. Tiga pasang calon itu adalah incumbent Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pasangan Ahok-Djarot yang diusung empat partai besar seperti PDI Perjuangan, Golka, Hanura dan NasDem mendaftar dihari pertama, Rabu (20/9). Sedangkan, pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana yang diusung empat partai yakni Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang baru saja diputuskan untuk diusung dua partai yakni, Partai Gerindra dan PKS baru mendaftarkan diri malam, Jum’at (23/9).

Uniknya, dari ketiga pasang calon tersebut, yang menjadi calon gubernur tidak satupun yang berasal dari partai politik yang diusungnya. Bahkan, untuk calon gubernur sendiri, hanya pasangan dari Ahok yaitu Djarot yang merupakan kader partai PDI Perjuangan. Lainnya, berasal dari non partai.

Ahok memang bekas politikus. Tapi, seiring berjalannya waktu, Ahok memutuskan untuk keluar dari Partai Gerindra dan sempat memutuskan untuk memilih jalur independen untuk maju pada periode keduanya. Sedangkan, Agus Harimurti Yudhoyono yang nota bene merupakan anak dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan anggota militer TNI berpangkat Mayor dan memiliki karir mentereng selama menjadi anggota TNI. Dengan memutuskan maju di Pilgub DKI, Agus pun harus rela untuk mundur dari perwira TNI.

Pasangan Agus Yudhoyono, Sylviana Murni juga bukan berasal dari politikus. Sylviana berlatar belakang birokrat. Saat ini ia menduduki jabatan sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata. Bahkan, sejauh ini, baru ada dua wanita yang menduduki karir birokrasi tertinggi dilingkungan DKI Jakarta.

Sylviana juga bahkan pernah menduduki jabatan strategis lainnya dan selalu menjadi wanita pertama yang mengisi jabatan strategi itu. Termasuk saat Sylviana dipercayakan menjabat Plt Kepala Satpol PP yang kebanyakan diisi oleh kaum pria yang pada saat itu gubernur DKI Jakarta masih dijabat oleh Joko Widodo. Dengan modal pengalaman di birokrat, tentunya pasangan ini akan bisa saling melengkapi jika nantinya terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Pasangan terakhir, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Anies Baswedan seperti kita ketahui merupakan mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Setahun lebih menjabat menteri atau tepatnya 27 Juli 2016 Anies terpaksa harus digantikan oleh Muhadjir Effendy.

Selama hidupnya, Anies lebih banyak menghabiskan waktunya didunia pendidikan. Nanti saat Pilpres 2014 lalu, Anies sempat menjadi peserta konvensi Partai Demokrat untuk menjaring calon presiden yang akan diusung oleh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, pasca itu, Anies tidak pernah terjun secara langsung untuk masuk dalam organisasi atau struktur partai politik.

Berbeda dengan pasangannya, Sandiaga Uno yang berlatar belakang pengusaha. Sandiaga boleh dibilang pengusaha sukses di Indonesia. Dibuktikan, ia sering menghadiri seminar-seminar untuk memberikan pembekalan tentang kewirausahaan.

Nama Sandiaga mulai mencuat setelah dirinya kemudian digadang-gadang sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Ia pun mulai mendekati partai-partai politik untuk dijadikan kendaraannya untuk bertarung dalam perebutan kursi orang nomor satu di DKI Jakarta. Meski kini diusung dua partai politik, Sandiaga bukanlah kader dari dua partai pengusungnya (Gerindra dan PKS) dan juga bukanlah politikus. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top