Terlibat Kasus Penyelundupan Orang, Kapten Bram Ditangkap Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Terlibat Kasus Penyelundupan Orang, Kapten Bram Ditangkap Polisi

Jpeg

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jajaran Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umun (Ditipidum) Bareskrim Polri menangkap Abraham Louhenapessy alias Kapten Bram. Dia adalah salah satu pelaku yang terlibat jaringan penyelundupan orang.

Kasubdit III Ditipidum Bareskrim Kombes Sulistiyono mengatakan, penangkapan Kapten Bram berawal dari pengembangan yang dilakukan jajarannya.

“Pelaku ini ditangkap kemarin (22/9) di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Dia bekerja sebagai pengkordinir para pencari suaka asal luar negeri dan dibawa ke Selandia Baru,” kata dia di kantorya, Jumat (23/9).

Kasus ini, kata Sulistiyono, bermula sejak bulan Mei 2015. Kapten Bram dan sepuluh pelaku lainnya bersama-sama mencari suaka ilegal dan diberangkatkan ke Selandia Baru. “Menggunakan dua kapal, di kapal ada 65 imigran yang 10 berasal dari Bangladesh, satu Myanmar, dan 54 dari Srilangka,” katanya lagi.

Kapal pengangkut, sambung dia, berangkat dari Tegal, Jawa Tengah dengan tujuan Selandia Baru. “Tapi sesampainya di perbatasan perairan Australia, kapal ini dicegat dan didorong kembali ke perairan Indonesia,” ucap dia.

Hingga akhirnya terdampar di Pulau Rote, NTT. Perwira menengah ini menambahkan, setiap imigran membayar sekitar $ 4.000 hingga $8.000.

“Dalam sekali pemberangkatan para sindikat bisa meraih uang sebesar $ 325.000 atau sekitar Rp 4.000.000.000,” terangnya.

Pelaku lainnya yakni Yapi Aponno alias Yapi, Steven Ivan Janny, Medi Ampow, Marthen Karaeng, Yohanis Humiang, Thines Khumar, Arman Johanes sudah ditangkap dan telah dihukum di Pulau Rote.

“Hukumannya masing-masing. Total ada 10 yang tertangkap, tinggal satu yakni Suresh, dia adalah warga Srilangka dan otak dari komplotan ini,” terangnya.

Sehingga Sulistiyono berkeyakinan, selagi Suresh belum ditangkap, komplotan ini masih terus berusaha menyelundupkan suaka ilegal lainnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 120 ayat (1) undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Besok pelaku ini akan dilimpahkan ke Pulau Rote, dia ini adalah DPO Polres sana, tapi kami bantu pengungkapannya,” tuntasnya. (elf/JPG)

loading...
Click to comment
To Top