Simak, Ini Solusi Indonesia Hadapi MEA – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Simak, Ini Solusi Indonesia Hadapi MEA

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Indonesia dalam dua dasawarsa terakhir makin terintegrasi dengan perkembangan masyarakat global yang kompetitif.

Partisipasi Indonesia dalam kawasan perekonomian bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah contoh aktual peran Indonesia dalam pergaulan internasional.

Ditambah, keterbukaan sistem informasi dan kompetisi global merupakan tantangan bagi masa depan Indonesia untuk terus mampu untuk mempertahankan kepentingan nasional.

“Perkembangan globalisasi menunjukkan pentingnya kapasitas suatu bangsa untuk menghadapi tantangan-tantangan persaingan di tingkat global,” ujar pengamat sosial ekonomi Thomas Setiabudi Aden, di Jakarta (24/09).

Secara tidak langsung, lanjut Aden, MEA juga dapat meningkatkan suhu perekonomian Indonesia.

Meningkatnya kompetisi dalam bidang ekonomi tentunya akan memacu para pelakunya untuk bekerja keras mengatasi dampak persaingan.

“Para pelaku bisnis akan lebih kreatif dan inovatif dalam upaya untuk tetap bertahan di tengah persaingan bisnis” ujar Aden.

Menurut Aden, MEA juga dapat mendorong peningkatan ekspor dan impor dengan adanya sistem yang bebas tarif dan bebas hambatan. Dimana peningkatan ekspor akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar ASEAN.

“Kebutuhan dalam negeri juga akan lebih mudah diperoleh dengan mudahnya pemasukan barang dari luar negeri,” papar Aden.

Ditambah lagi, kata kata peserta PPRA Lemhanas LV/96 itu, MEA dapat mendorong pertumbuhan investasi asing yang dapat memperkuat ketahanan modal di dalam negeri.

Karena itu, untuk menambah daya tarik dalam bidang investasi ini, diperlukan peran pemerintah dalam memberlakukan regulasi yang tidak membatasi ruang gerak investor asing.

Namun, lanjut Aden, adanya MEA juga memiliki dampak negatif seperti dari sisi kompetisi, eksploitasi, ketenagakerjaan, dan sebagainya.

“Untuk mengurangi dampak-dampak yang dihasilkan MEA, Indonesia perlu membuat langkah-langkah seperti sistem ekonomi nasionalisme atau merkantilisme,” tegasnya.

Selain itu, untuk menangani dampak arus bebas investasi, Indonesia dapat memberikan syarat bagi perusahaan-perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia.

“Jadi perlu membuat langkah-langkah seperti sistem ekonomi nasionalisme yang berakar dari kedaulatan rakyat. Sebab, kekuatan lokal di Indonesia adalah ujung tombak kemandirian bangsa,” pungkasnya.

To Top