Iiihhh… Puluhan Ribu Warga Brebes Masih Suka BAB Sembarangan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Iiihhh… Puluhan Ribu Warga Brebes Masih Suka BAB Sembarangan

FAJAR.CO.ID BREBES – Ribuam warga di Kabupaten Brebes ternyata masih belum memiliki jamban sehat dan permanen.

Bahkan Brebes menjadi daerah di peringkat bawah dalam hal jamban sehat permanen (JSP) dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah.

Kepala Seksi (Kasi) Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Brebes, Muthar mengatakan, saat ini baru 65,06 persen masyarakat yang  sudah memiliki JSP.

Daerah lain di Jateng yang masih rendah dalam kepemilikan JSP adalah Banyumas (62,32, persen), Wonosobo (50,09 persen) dan Banjarnegar (45,75 persen).

“Saat ini tim kesehatan lingkungan di tiap puskesmas yang ada di kecamatan terus mendata masyarakat yang memiliki JSP,” katanya seperti diberitakan Radar Tegal (Jawa Pos Group), Sabtu (24/9).

Meski demikian, dari 297 desa yang ada di Kabupaten Brebes, ada 14 desa yang masyarakatnya sudah buang air besar (BAB) pada tempatnya.

Ke-14 desa itu adalah Limbangan Kulon, Limbangan Wetan, Bulakparen, Kalialang, Babakan, Cipetung, Windusakti, Gunung Jaya, Winduasri, Cipar, Wanareja, Batursari, Kubangputat dan Desa Mundu.

Hanya saja, sambung Muthar, belum semua warga di 14 desa itu yang memiliki JSP.

“Meski sudah BAB pada tempatnya, namun untuk JSP-nya sendiri masih belum seratus persen memilikinya,” lanjutnya.

Dia menambahkan, dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, Kecamatan Larangan menjadi merupakan wilayah yang masyarakatnya paling banyak buang air besar sembarangan (BABS). Masih ada 20.337 atau 47,93 persen warga Larangan yang BABS.

“Sementara kecamatan paling sedikit warganya yang BABS ada di Kecamatan Brebes dengan presentasi 15,68 persen,” ungkapnya.

Menurut Muthar, ada sejumlah faktor penyebab masyarakat Brebes masih BABS. Di antaranya faktor ekonomi dan budaya.

Meski begitu, faktor budaya perlahan-lahan sudah mulai berkurang.  Dia mencontohkan BABS dikarenakan faktor budaya seperti di Kecamatan Bumiayu.

Meski sudah memiliki JSP, namun masyarakat di Bumiayu masih menyalurkan kotoran ke aliran sungai.

Karenanya, kata dia, masyarakan Bumiayu pun tergolong BABS.

“Yang lebih parah, masyarakat BABS di wilayah Bumiayu banyak orang yang memiliki gelar. Karena itu, faktor budaya masih banyak menjadi kendala,” kata dia. (Fajar/Jpnn)

loading...
Click to comment
To Top