Ahli Hukum Pidana: Merampas Nyawa Orang Lain Tidak Sembarangan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ahli Hukum Pidana: Merampas Nyawa Orang Lain Tidak Sembarangan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Di sidang perkara pembunuhan Wayan Mirna Salihin, pihak terdakwa Jessica Kumala Wongso menghadirkan saksi yang meringankan, yakni ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakkir.

Di dalam persidangan, Mudzakkir berbicara soal pfoesionalisme aparat hukum dalam membuktikan tindak pidana pembunuhan berencana.

Dikatakannya, dalam pembuktian sebuah kasus pembunuhan berencana dibutuhkan profesionalisme dalam penegakkan hukum.

“Kalau profesional dalam penegakkan hukum, dalam hal ini penyidik, yang digali bukan hanya semata-mata unsurnya terpenuhi, tapi jiwa perbuatan tadi ditangkap juga, diperiksa juga,” ucap Mudzakkir, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (26/9).

Dia juga menerangkan, setiap perbuatan tindak pidana harus memiliki motif, terlebih dalam pembunuhan berencana yang merupakan bentuk kesengajaan.

Motif dapat mengonstruksi sebuah tindak pidana. Motif juga menjadi dasar pembentukan seseorang membunuh orang lain yang didahului dengan niat.

“Kalau tidak ada motif menurut saya tidak mungkin. Merampas nyawa orang lain itu tidak sembarangan. Merampas nyawa jelas ekspresi dari sebuah motif,” ujar dia.

Mudzakkir menuturkan, motif dalam pembunuhan berencana dapat disimpulkan dengan membuktian niat, proses perencanaan, dan target pembunuhan. Motif dapat ditarik dari pembuktian tersebut.

“Membuktikan niat dan perencanaan tadi akan tersimpulkan di dalamnya motif. Kalau tidak bisa disimpulkan dalam motif, mungkin ragu-ragu dia pelaku pembunuhnya atau bukan,” kata dia. (fajar/JPG)

Click to comment
To Top