Cara Dukun Cabul Cicipi Tubuh Korban, Kakek dan Nenek Dibereskan Dulu Baru Beraksi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Cara Dukun Cabul Cicipi Tubuh Korban, Kakek dan Nenek Dibereskan Dulu Baru Beraksi

dukun
DUKUN CABUL : Tersangka I Wayan Sangka, 43, saat diamankan bersama Kapolsek Kediri Kompol I Putu Suprama, Rabu kemarin (21/9) lalu.

FAJAR.CO.ID, BALI- DAC, 23, ibu satu anak korban pemerkosaan dukun cabul asal Kediri, Tabanan, hingga saat ini masih mengalami depresi.

Gangguan mental itu dialami selain karena kasus pemerkosaan yang dialaminya, juga lantaran keluarganya menerima intimidasi dari tersangka si dukun cabul.

Sebelumnya DAC menjadi korban pemerkosaan dukun cabul I Wayan Sangka, 43, warga Banjar Senapahan Kangin, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (16/9) lalu di rumah ibu korban.

Salah seorang sumber yang enggan disebut namanya menuturkan jika beberapa kali keluarga korban didatangi beberapa orang berbadan kekar yang meminta agar korban tidak memperpanjang permasalahan yang alami alias damai.

DAC yang tinggal hanya bersama ibunya DW beserta kakek dan neneknya yang sudah renta pun ketakutan sehingga beberapa kali meminta bantuan keluarga lainnya.

“Selain didatangi, ibu korban juga beberapa kali dihubungi via telepon oleh orang tidak dikenal. Intinya meminta agar kasus tersebut damai saja,” ujar sumber.

Kendatipun demikian keluarga korban tetap ingin permasalahan tersebut diselesaikan oleh kepolisian karena memang melanggar hukum.

Terlebih tersangka diduga menggunakan modus memberikan obat tidur kepada kakek dan nenek korban saat ia melancarkan aksi bejatnya.

Dimana sebelumnya kakek dan nenek korban diberikan pengobatan dan diminta untuk meminum sesuatu.

“Saat tersangka merayu korban, nenek korban memang sempat datang dan bertanya, tetapi setelah itu nenek dan kakek korban tertidur lelap hingga pagi,

jadi tidak tahu apa yang sudah terjadi. Diduga tersangka memberikan obat tidur saat memberikan pengobatan kepada kakek dan nenek korban,” lanjut sumber.

Ketua P2TP2A Tabanan, Ni Nengah Budawati menyampaikan bahwa saat ini pihaknya bersama P2TP2A Provinsi Bali dan LBH Bali Woman Crisis Center (WCC) sudah mendampingi keluarga korban.

Karena itu, dirinya menegaskan agar jangan sampai ada pihak yang menekan keluarga korban. “Saat ini kami sudah mendampingi keluarga korban, jadi jangan ada yang berani mengintimidasi jika tak ingin berurusan dengan masalah hukum,” tegasnya.

Ditambahkannya, setelah bertemu dengan keluarga korban, selanjutnya pihaknya akan meminta bantuan psikiater untuk memulihkan kondisi kejiwaan korban yang saat ini dalam depresi berat.

“Korban sangat depresi. Terlebih sebelum kejadian korban sedang ada masalah dengan rumah tangganya,” lanjutnya. (ras/mus)

loading...
Click to comment
To Top