Darah Keluar dari Kepala Ade Saat Bentrok dengan Polisi, HMI Minta Pecat Pelaku – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Darah Keluar dari Kepala Ade Saat Bentrok dengan Polisi, HMI Minta Pecat Pelaku

FAJAR.CO.ID, PANDEGLANG – Bentrok Polisi dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di depan gedung DPRD Pandeglang, Senin (26/9/2016), tak bisa dihindari.

Para mahasiswa yang mempertanyakan keabsahan rekomendasi dukungan izin PT Selaras Agitrama Sukses (SAS) terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi.

Akibat bentrokan tersebut, seorang mahasiswa bernama Ade Taufik Hidayat mengalami luka-luka. Ade mengalami luka parah di bagian pelipis kanan, telinga dan leher lebam akibat ditendang. Pinggang sebelah Kiri Ade juga memar. Ade dikeroyok di pinggir trotoar.

Akibat pemukulan tersebut, Ade harus dilarikan ke rumah sakit. Samapai saat ini, Ade masih menjalani perawatan medis di RSUD Berkah Pandeglang.

Kericuhan bermula ketika para mahasiswa berorasi sambil membentangkan sebuah spanduk bertuliskan “Gunawan Tidak Layak Memimpin DPRD Pandeglang” di depan kantor DPRD. Para mahasiswa kemudian melempar tomat dan telur ke arah gedung dewan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Ketua DPRD Pandeglang.

Aksi itu coba dihalangi petugas hingga terjadi adu mulut antara pendemo dan aparat. Bahkan, mahasiswa dan aparat kepolisian terlibat aksi saling dorong hingga bentrokan tak bisa dihindarkan. Polisi berhasil memukul mundur pengunjuk rasa.

Ketua HMI Cabang Pandeglang, Ahmad Jaenudin mengutuk keras tindakan anarkis aparat kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi di DPRD Pandeglang.

Menurut Jaenudin, para mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa karena Ketua DPRD Pandeglang diduga menyalahgunakan wewenang terkait rekomendasi dukungan izin lokasi pertanian terpadu untuk PT. SAS.

Jaenudin menegaskan, pihaknya akan melaporkan oknum aparat yang melakukan penganiayaan kepada mahasiswa bernama Ade Taufik.

“Kami akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kasus kemukulan tersebut. Kami menuntut agar penegak hukum (Polres Pandeglang dan Polda Banten) segera melakukkan tindakan untuk mengusut tuntas dan memeberikan sanksi pemecatan terhadap oknum polisi Pandeglang yang melakukkan pengeroyokan dan pemukulan terhadap mahasiswa,” tandas Jaenudin.

(one/pojoksatu)

Click to comment
To Top