RUU Dikdok Dijakankan, Para Dokter Bakal Telat Kawin? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

RUU Dikdok Dijakankan, Para Dokter Bakal Telat Kawin?

FAJAR.CO.ID JAKARTA – UU 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran (Dikdok) menuai penolakan keras dari seluruh dokter di Indonesia.

Pasalnya, dalam UU tersebut ada keharusan seluruh dokter menambah pendidikan khusus layanan primer.

Lamanya pendidikan itu bisa dua sampai tiga tahun sehingga menambah panjang waktu pendidikan kedokteran.

“Ini sangat merugikan dokter. Masa pendidikannya bisa 11 sampai 13 tahun. Kapan kami‎ bisa cari uang dan kapan kami bisa menikah pak,” kata Hadi Wijaya, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) bidang advokasi di sela-sela rapat dengan Baleg DPR RI, Selasa (27/9).

Menurut dokter yang sehari-hari bekerja di RS Ibu dan Anak BUN Tangerang ini, pendidikan dokter layanan primer bisa tempuh lewat jalur kursus.

Misalnya untuk wilayah Monokwari karena paling banyak penderita malaria, maka untuk pendidikan layanan primernya difokuskan kepada penyakit tersebut.

“Layanan primer tidak perlu masuk dalam kurikulum Dikdok, bisa-bisa mahasiswa kedokteran harus ambil dua, tiga tahun. Jadi makin panjang masa dia untuk bekerja,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Hadi, terjadi pemborosan anggaran lantaran layanan primer bukan pendidikan spesialis.

Dokter yang harusnya sudah di jenjang S3 harus sekolah lagi tapi statusnya tetap S2.

“Pendidikan layanan primer tidak sesuai kajian akademis dan tatanan program studi dilanggar habis. Itu sebabnya kami menolak UU ini,” tegasnya.

To Top