Komentari Sidang Jessica, Kapolri: Ada Permainan Psikologis yang Dimainkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Komentari Sidang Jessica, Kapolri: Ada Permainan Psikologis yang Dimainkan

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Pengakuan Jessica Kumala Wongso, terdakwa pembunuhan Wayan Mirna Salihin, tentang perlakuan tak senonoh yang diterimanya saat menjalani proses penyidikan di Polda Metro Jaya tampaknya bakal berbuntut panjang.

Mabes Polri bahkan mempertimbangkan untuk memanggil tim penyidik yang menangani Jessica saat ditahan di Polda Metro Jaya.

Menurut Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Mabes Polri terus memantau proses persidangan atas Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

“Kita lihat saja dulu hasil sidangnya nanti,” ucap Tito saat ditemui di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (29/9).

Hanya saja, kata Tito, bisa saja Mabes Polri memanggil Krishna dan Herry guna menindaklanjuti pengakuan Jessica.

“Bisa saja nanti kita dengar (panggil Krishna dan Herimen),” tegasnya.

Namun, Tito juga menegaskan bahwa penyidik memang punya kiat-kiat untuk memperoleh pengakuan pelaku, termasuk Jessica yang dituduh meracuni Mirna. Sebab, tersangka memang biasanya berkelit.

“Jarang ada maling mengaku. Saya enggak sebut kasus Jessica. Jarang yang ditemui di lapangan tersangka mengaku. Kalau buktinya 50:50 atau buktinya telak, kadang enggak diakui. Jadi polisi pun memgembangkan teknik dalam lakukan pendekatan,” tuturnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menambahkan, ada permainan psikologis yang dimainkan penyidik saat melakukan pemeriksaan. Hal itu dilakukan demi mendapat pengakuan tersangka.

“Pada waktu pemeriksaan itu permainan psikologis. Sama seperti kita ikut sidang kemarin, antara penasihat hukum, jaksa itu kan bagaimana mereka berusaha meyakinkan hakim. Itulah namanya permainan psikologis,” ungkap dia.

Sebelumnya Jessica pada persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Rabu (28/9) menuding Krishna dan anak buahnya tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah. Salah satunya terkait keberadaan media di Polda Metro Jaya.

“Saya diputar-putar (diajak berkeliling) dan sekembalinya saya, wartawan sudah ramai. Jadi saya pikir ini biar heboh, dan saya masuk keruangan Pak Krishna (Dirreskrimum Polda Metro Jaya saat itu) dulu, saya ditanya apa ada yang mau disampaikan,” katanya sembari menangis. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top